![]() |
| PKK RW02 Medokan Kampung-Medokan Ayu melangsungkan Halalbihalal didepan rumah wakil ketua RW02 Didik Tri Winarno. Foto saat menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. Foto oleh Ny. Miftachul Janah |
Terkait pelaksanaan Halalbihalal ini, InfoMedokanAyu telah menurunkan beberapa tulisan.
Ragam tulisan itu dimaksud antara lain dirilis dengan judul:
![]() |
| Ramah tamah |
Secara simbolik, kedua hidangan ini menyatakan makna sebagai berikut.
Lontong Balap: Simbol Maaf dan Kesederhanaan
· Makna Filosofis "Lontong": Nama "lontong" dipercaya sebagai singkatan dari "olone dadi kothong" (kejelekan menjadi kosong).
Ini melambangkan proses menghapus kesalahan dan memberi kesempatan kedua, selaras dengan inti halalbihalal, yaitu saling memaafkan dan memulai lembaran baru.
· Semangat "Balap": Kata "balap" merujuk pada semangat para penjual tempo dulu yang bergerak cepat agar tidak kehilangan pembeli.
Hal ini melambangkan semangat pantang menyerah dan kegigihan, mengingatkan untuk terus berlari meraih hal positif usai Idulfitri.
· Jiwa "Suroboyoan": Karakternya yang sederhana, lugas, dan apa adanya merefleksikan kepribadian warga Surabaya.
Menyajikan lontong balap dapat dimaknai sebagai simbol penerimaan yang tulus dan tanpa pretensi di antara warga RW.
· Transformasi "Tahu": Proses perubahan kedelai menjadi tahu mengajarkan tentang kemampuan beradaptasi dan bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik pasca-Ramadan.
· Nilai Kebersamaan: Perpaduan harmonis berbagai elemen seperti tahu, lontong, dan sayuran menjadi simbol indah dari kebersamaan dan gotong royong khas PKK.
![]() |
| Hadir ketika usai acara sie kebersihan lingkungan Susilo (paling kanan), ditemani Ketua RW01 Supangin (tengah) dan seorang tokoh pendatang Rachwanto (paling kiri) |
-InfoMedokanAyu




