 |
Bapak-bapak Warga RT11 RW02 Medokan Kampung-Medokan Ayu menikmati menu Halalbihalal dalam kebersamaan. Foto oleh Hariyadi-Warga RT11 RW02 |
PADA SABTU MALAM, 4 April 2026, warga RT11 RW02 Medokan Kampung–Medokan Ayu menggelar acara halalbihalal dengan tema penuh makna: “Kembali ke Fitroh.”
Pada acara itu bukan sekadar makan-minum bersama, melainkan ritual sosial yang merekatkan hubungan vertikal (dengan Tuhan) dan horizontal (sesama tetangga) secara sederhana, inklusif, dan sarat simbol kearifan lokal.
 |
| Ibu-ibu seksi sibuk menyiapkan hidangan. |
 |
| Sebagian tampak ibu-ibu menikmati hidangan |
Ketua RT11, Eddy Agus Subekti yang eks personil AURI ini menjelaskan bahwa seluruh kegiatan bersumber dari swadaya masyarakat.
“Kas RT hanya menambahi saja,” ujarnya. Tentu, ini bisa dimaknai semangat gotong royong menjadi tulang punggung acara, bukan iuran wajib atau sponsor luar.
 |
| Ketua RT11 RW02 Eddy Agus Subekti, yang alumni SMA Negeri 3 Surabaya saat menyampaikan sambutan. |
Selain santap bersama, acara juga dimeriahkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Rohadi Effendy. Tausiah ini memperkuat pesan spiritual dari tema “kembali ke fitroh.”
Adapun Makna di Balik Setiap Unsur Acara, sebagai berikut:
Tema “Kembali ke Fitroh”
Fitroh berarti kesucian alami manusia.
Tema ini mengajak warga saling memaafkan, membersihkan hati dari dendam dan kesalahan—seperti bayi yang baru lahir. Ini sejalan dengan esensi Idulfitri setelah sebulan berpuasa.
Menu Soto Daging ala Jember
Soto daging khas Jember (berisi daging sapi, tauge, dan bumbu khas) melambangkan kehangatan dan kebersamaan.
Proses mengolah daging dari mentah menjadi lezat diibaratkan sebagai upaya memperbaiki diri.
Menu ini juga bisa menjadi penghormatan bagi warga yang berasal dari atau terinspirasi oleh kuliner Jember.
 |
| Tiga sosok penting di acara ini. Ketua Takmir Mushola setempat Heri Purwanto (paling kanan), Ketua RT11 RW02 Eddy Agus Subekti (Tengah), dan Ustadz Rohadi Effendi warga setempat (paling kiri atau sisi kanan ketua RT) |
Aneka Minuman
· Air kemasan gelas – Praktis, higienis, dan merata untuk semua.
· Es cao (dari cincau hitam) – Menyegarkan, melambangkan kesejukan hati usai saling memaafkan.
· Wedang uwuh – Minuman rempah khas yang namanya berarti “sampah”, namun isinya rempah-rempah mulia.
Filosofinya: hal yang tampak sederhana atau biasa bisa sangat berharga—mirip silaturahmi antarwarga.
· Es sirup – Manis dan sederhana, menggambarkan kegembiraan.
Keragaman minuman ini menunjukkan akomodasi terhadap berbagai usia dan selera, dari anak-anak hingga lansia.
Sumber Dana: Swadaya Masyarakat + Kas RT
Inilah inti gotong royong.
Warga tidak hanya datang menikmati, tetapi ikut menyumbang (uang, tenaga, atau bahan). Kas RT hanya pelengkap.
Hal itu bermaknakan: kebersamaan dan tanggung jawab kolektif. Acara ini benar-benar milik semua warga.
TRADISI LOKAL
Halalbihalal di RT11 RW02 Medokan Kampung–Medokan Ayu membuktikan bahwa tradisi lokal, semangat berbagi, dan nilai-nilai keagamaan bisa bersatu dalam kemasan yang hangat dan merakyat.
“Kembali ke Fitroh” bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata memaafkan, berkumpul, dan merawat kebersamaan—semangkuk soto, segelas wedang uwuh, dan setulus hati.
-InfoMedokanAyu