Minggu, 05 April 2026

Semarak Halalbihalal 2026 PKK RW02 Medokan Ayu: Lontong Balap dan Tahu Campur Jadi Primadona

PKK RW02 Medokan Kampung-Medokan Ayu melangsungkan Halalbihalal didepan rumah wakil ketua RW02 Didik Tri Winarno. Foto saat menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. Foto oleh Ny. Miftachul Janah

LONTONG Balap dan Tahu Campur menjadi primadona dalam semarak Halalbihalal PKK RW02 Medokan Kampung - Medokan Ayu, Minggu pagi tadi.

Bertolak dari lensa budaya setempat, kedua hidangan ini dipilih bukan hanya karena kelezatannya, tetapi juga karena pesan simbolis di baliknya. 

Lontong Balap dan Tahu Campur sarat makna filosofis yang selaras dengan semangat halalbihalal yang hangat di bulan Syawal.

Hadirin berdatangan

Terkait pelaksanaan Halalbihalal ini, InfoMedokanAyu telah menurunkan beberapa tulisan. 

Ragam tulisan itu dimaksud antara lain dirilis dengan judul:






Pada Selasa, 4 April lalu, InfoMedokanAyu juga menurunkan tulisan berjudul "KSH RW02 Refleksikan Halalbihalal Lewat Menu yang Dinikmati Bersama".

Menyanyikan lagu wajib PKK

Menyanyikan lagu wajib "Indonesia Raya"

Sementara itu, acara Halalbihalal 2026 PKK RW02 yang berlokasi di depan rumah Wakil Ketua RW02, Didik Tri Winarno, mengusung menu Lontong Balap dan Tahu Campur.

Wakil Ketua RW02 Medokan Kampung Didik Tri Winarno mengikuti acara berlangsung.


Ramah tamah

Secara simbolik, kedua hidangan ini menyatakan makna sebagai berikut.

Lontong Balap: Simbol Maaf dan Kesederhanaan

· Makna Filosofis "Lontong": Nama "lontong" dipercaya sebagai singkatan dari "olone dadi kothong" (kejelekan menjadi kosong). 

Ini melambangkan proses menghapus kesalahan dan memberi kesempatan kedua, selaras dengan inti halalbihalal, yaitu saling memaafkan dan memulai lembaran baru.

· Semangat "Balap": Kata "balap" merujuk pada semangat para penjual tempo dulu yang bergerak cepat agar tidak kehilangan pembeli. 

Hal ini melambangkan semangat pantang menyerah dan kegigihan, mengingatkan untuk terus berlari meraih hal positif usai Idulfitri.

· Jiwa "Suroboyoan": Karakternya yang sederhana, lugas, dan apa adanya merefleksikan kepribadian warga Surabaya. 

Menyajikan lontong balap dapat dimaknai sebagai simbol penerimaan yang tulus dan tanpa pretensi di antara warga RW.

Hadirin bersalam-salaman

Tahu Campur: Simbol Kebersamaan dalam Keberagaman
· Makna Filosofis "Campur": Filosofi "campur" mewakili kekayaan dan keberagaman, melambangkan bersatunya warga RW dengan berbagai latar belakang untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.

· Transformasi "Tahu": Proses perubahan kedelai menjadi tahu mengajarkan tentang kemampuan beradaptasi dan bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik pasca-Ramadan.

· Nilai Kebersamaan: Perpaduan harmonis berbagai elemen seperti tahu, lontong, dan sayuran menjadi simbol indah dari kebersamaan dan gotong royong khas PKK.

Hadir ketika usai acara sie kebersihan lingkungan Susilo (paling kanan), ditemani Ketua RW01 Supangin (tengah) dan seorang tokoh pendatang Rachwanto (paling kiri)

-InfoMedokanAyu