![]() |
| Ustadz M. Heru Abdur Ro'ufur Rochim - Pemateri Fiqih Kurban menguraikan kajiannya. Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA |
InfoMedokanAyu - Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Musala Ar-Rifai mengadakan Kajian Manajemen Kurban di Jl. Medokan Kampung No. 23, Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya pada Selasa, 5 Mei, mulai pukul 19.00 WIB.
Kegiatan ini sebagai upaya agar kegiatan ibadah kurban di musala mendatang dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan syariat agama Islam.
Kajian itu diberikan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya.
Materi yang dibahas:
1. Fikih Kurban
2. Pengenalan pisau dan asah bila
3. Handling (Penanganan Hewan)
4. Teknik menyembelih
![]() |
| Sekitar 50 peserta dengan seksama memperhatikan uraian. Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA |
Pengurus musala berharap dengan adanya kegiatan tersebut, proses ibadah kurban nanti dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan syariat agama Islam.
![]() |
| Sebagian peserta kajian menyimak dari teras musala. Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA |
Acara itu dihadiri sekitar 50 orang.
Ketua Takmir Musala Ar-Rifai: H. Sunarto.
Menurut Achmad Sobirin, Ketua RT 01 RW 02 yang juga anggota Juleha, kerja sama ini erat kaitannya dengan bulan bakti bagi Juleha menyambut Iduladha tahun 1447 H.
Pada bulan bakti ini, Juleha melaksanakan kajian kurban hampir setiap hari Sabtu dan Minggu keliling di masjid atau musala di kota Surabaya.
Kegiatan yang lebih besar akan mengadakan kajian manajemen kurban di Masjid Al-Akbar, Jl. Masjid Al-Akbar Timur No. 1, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233, pada Minggu, 10 Mei 2026.
"Dalam kajian ini yang bisa diambil: pahami hukumnya, kuasai tekniknya, dan amalkan ilmunya," katanya mengingatkan.
![]() |
| Ustadz Lukman Arif Hakim pemateri teknik sembelih. Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA |
![]() |
| Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA |
![]() | |
|
![]() |
| Ketua Takmir H. Sunarto (kiri) menerima cinderamata (pisau Sembelih) dari JULEHA kota Surabaya. |
Harus Diperhatikan
Kajian ini sangat penting mengingat ada hal-hal yang harus diperhatikan:
1. Mematuhi syariat Islam – Memastikan penyembelihan sesuai ketentuan agama: hewan halal, menyebut nama Allah, menghadap kiblat, serta memutuskan saluran makanan, minuman, dan dua urat leher (tiga saluran) dengan pisau tajam.
2. Menjaga kehalalan dan kualitas daging – Penyembelihan yang benar membuat darah keluar sempurna (tidak beku), daging lebih bersih, tahan lama, dan halal dikonsumsi.
3. Menghindari azab pada hewan – Melarang penyiksaan hewan; pelatihan mengajarkan cara yang paling tidak menyakitkan (tidak menumpulkan pisau, tidak menyembelih di depan hewan lain, tidak menarik urat leher sebelum putus).
4. Keselamatan petugas dan kebersihan – Teknik memegang hewan dengan benar, posisi aman, serta menjaga alat dan tempat tetap steril (mencegah kontaminasi silang).
5. Ibadah yang sempurna – Pelatihan membuat proses kurban tidak sekadar ritual, tetapi bernilai ibadah yang diterima, karena niat ikhlas dipadu dengan amal teknis yang benar (sesuai hadis: "Allah mewajibkan ihsan dalam segala hal; jika kalian menyembelih, perbaikilah sembelihan").
![]() |
| Ramah tamah. Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA |
Jadi, pelatihan penyembelihan bukan sekadar teknis, tetapi bagian dari menjaga hak Allah (ketaatan), hak hewan (kesejahteraan), serta hak penerima daging (kesehatan).
- InfoMedokanAyu

.jpg)






.jpg)
