Senin, 09 Februari 2026

Produksi si Gincu Merah-Bandeng Medokan Ayu Terus Merosot, kini 100 Ton/ Tahun

Bandeng bergincu merah. Ilustrasi dari Gemini AI Google.

PRODUKSI si Gincu Merah-Bandeng Medokan Ayu sejak 2005 Terus Merosot. Kini separohnya sekitar 100 Ton/ Tahun.

Hal itu diungkapkan Nawawi Ahmad, S.Ag., tokoh Medokan Ayu, yang juga ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) "Rojo Mino" di Medokan Ayu.

Di salah satu kelurahan kecamatan Rungkut ini, terdapat 3 Pokdakan. Dua di antaranya Rojo Aro, dan Podo Joyo.

Menurunnya produksi bandeng ini, kata Nawawi, antara lain tergerusnya areal tambak oleh pemukiman.

Nawawi Ahmad, S.Ag.

"Tambak Medokan Ayu ini, sebelum 2005 masih menghasilkan sekitar 200Ton/ Tahun. Kemudian berangsur turun. Kini ya ... separohnya, sekitar 100 Ton", tandasnya.

BANDENG CANTIK
Sebagaimana umum ketahui, Bandeng Medokan Ayu ini tampilannya cantik. "Selalu bergincu merah", imbuh Nawawi Ahmad.

Arti Gincu: Secara harfiah adalah pewarna bibir (lipstik). 

Bandeng bergincu ini juga tidak berbau lumpur, daging gurih, duri lebih lembut.

Dalampada itu, bibir merah bukanlah ciri universal pada semua ikan bandeng. 

Hal itu ciri khas khusus bandeng yang terutama dipengaruhi pakan alami, sejenis ganggang biru (Klekap) dan lingkungan budidaya.

Ikan bandeng secara biologis hanya memiliki satu jenis, yaitu spesies Chanos chanos.

Meskipun disebut ikan air payau, bandeng  sangat kuat bertahan hidup di berbagai kondisi air, yang konon mempengaruhi kualitas proteinnya yang tinggi.

Adapun variasi yang kita temui lebih merujuk pada tahap hidup, tempat budidaya, atau bentuk pengolahannya.

Tampilan bibir bandeng Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya ini mirip bandeng asal tambak Sidoarjo dan Pasuruan.

Bandeng dari daerah lain yang dibudidayakan dengan sistem berbeda atau pakan yang berbeda, memiliki bibir berwarna putih atau kebiruan

KUALITAS TINGGI
Medokan Ayu di Rungkut, Surabaya, memang dikenal sebagai kawasan penghasil  Bandeng berkualitas tinggi, ini dilaporkan oleh Gemini AI milik Google.

Berbagai sumber mengonfirmasi pula hal yang sama, bahwa Kelurahan Medokan Ayu dikenal dengan produksi ikan Bandeng.

Bandeng dari kawasan ini dikenal memiliki daging yang lembut dan segar.

Usaha bandeng di kelurahan ini digerakkan terutama oleh tambak-tambak milik warga dan usaha mikro keluarga.

MELEDAK
Tentang kapan Bandeng Medokan Ayu menjadi terkenal, tidak ada catatan tahun pasti yang dapat ditunjuk sebagai saat  "meledak" populeritasnya. 

Popularitasnya ditengarahi lebih merupakan proses akumulasi yang berlangsung lama.

Berdasarkan informasi yang ada, berikut adalah konteks sejarahnya:

Medokan Ayu ini kampung tua yang sejak dulu dikenal sebagai daerah tambak dan perikanan. Budidaya bandeng di sana sudah berlangsung turun-temurun.

Kualitas bandeng yang khas (seperti dagingnya yang lebih padat dan tidak berlumpur) disebabkan oleh kondisi tambak yang unik (perpaduan air asin dan tawar) serta teknik budidaya lokal. 

Reputasi ini berkembang secara organik melalui mulut ke mulut di kalangan masyarakat Surabaya dan Jawa Timur. Diduga sudah puluhan tahun lamanya.

Jadi, popularitasnya tidak terkenal karena satu peristiwa atau kampanye pemasaran di tahun tertentu. Terkenal lebih karena konsistensi kualitas dan sejarah panjangnya sebagai penghasil bandeng.

PRODUKSI TURUN
Kenyataan produksi bandeng Medokan Ayu kini menyusut. Bukan karena pasar melemah. Lebih karena lahan tambak terus terkikis pemukiman dan kepentingan lain.

Berdasar catatan 30 April 2022 Ahli perikanan Unair membahas potensi dan tantangan (alih fungsi lahan) budidaya bandeng di Surabaya.

Dalam bahasan itu tidak menyebut Medokan Ayu secara spesifik, tetapi memberi konteks umum tentang tekanan pembangunan pada lahan tambak di Surabaya.

BERBAGI BANDENG
Sebelumnya, pada 12 Pebruari 2022 terdapat bukti kontemporer aktifitas budidaya bandeng.

Saat itu Pemerintah Kota Surabaya membagikan hasil panen bandeng dari Tambak Wonorejo kepada warga, termasuk di Kelurahan Medokan Ayu.

PERUBAHAN KOTA
Sulitnya menentukan tahun pasti penurunan maupun puncak produksi bandeng itu erat kaitannya dengan perubahan kota:

Lahan-lahan tambak tradisional di Surabaya, termasuk seputar Medokan Ayu, telah lama menghadapi tekanan untuk dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan dan industri. 

Proses ini bisa terjadi secara bertahap dalam beberapa dekade.

SEBAGAI PENGHASIL
Pun mengalami penurunan produksi Bandeng, predikat Medokan Ayu sebagai penghasil bandeng adalah bagian dari identitas kawasan yang masih relevan hingga kini.

Begitu pun posisi bandeng sebagai "Primadona di Atas Meja", sampai kini belum tergeserkan oleh ikan lain.

(InfoMedokanAyu)

Tetap Waspada, Telan Duri Bandeng Resiko Minimal

Ilustrasi. Duri bandeng menyangkut di mulut. 

RISIKO tanpa sengaja menelan duri bandeng yang sudah lembut umumnya minimal. Tubuh biasanya dapat mengatasinya dengan aman. Namun, tetap wajib waspada terhadap gejala tidak biasa, dan jika ragu, konsultasikan ke tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Catatan ini sengaja dimunculkan melengkapi info seputar bandeng, yang sebelumnya diturunkan dalam 6 tulisan.






Unggahan seputar "duri nyangkut di mulut" ini mengingat, warung" penjual penyetan mayoritas menyediakan bandeng goreng yang masih berduri. Juga bukan bandeng goreng presto.

Para penjual mengatakan, untuk penyetan pelanggan lebih senang bandeng yang original. Konon rasanya lebih nikmat.

Itu tentu pendapat subyektif. Bergantung selera. Nikmat masih diperoleh, meski melahapnya dibarengi berjuang, menyisihkan duri dengan ekstra hati-hati.

Lebih beresiko tanpa sengaja menelan duri selain duri bandeng. Lebih keras.

PERLU PERHATIAN
Menelan duri bandeng yang sudah lembut atau lunak umumnya memiliki risiko lebih rendah dibandingkan duri ikan yang keras dan tajam. 

Pun demikian, tetap ada beberapa kemungkinan risiko yang perlu diperhatikan. Antara lain :

1. Iritasi atau Lecet pada Saluran Cerna
   · Meski lembut, ujung duri tetap bisa menyebabkan goresan atau iritasi ringan pada tenggorokan, kerongkongan, lambung, atau usus, terutama jika ditelan tanpa dikunyah halus.

2. Sensasi Tidak Nyaman atau Tersangkut
   · Duri yang berukuran relatif besar bisa menyebabkan sensasi mengganjal di tenggorokan atau kerongkongan, meski sebenarnya sudah turun ke lambung. 

Hal ini sering disebabkan oleh psikologis atau iritasi lokal.

3. Gangguan Pencernaan (jarang)
   · Jika duri tidak tercerna sempurna, bisa menyebabkan ketidaknyamanan perut, mual, atau nyeri perut ringan.

4. Risiko pada Orang dengan Kondisi Khusus
   · Pada anak kecil, lansia, atau orang dengan gangguan menelan (disfagia), duri bisa berisiko lebih tinggi menyebabkan sumbatan atau luka.

Perlu Dilakukan Jika Tidak Sengaja Menelan Duri Bandeng Lembut:

1. Jangan Panik
   · Biasanya, duri lunak akan tercerna atau terbawa bersama makanan lain ke saluran cerna tanpa masalah.

2. Minum Air Putih atau Makan Penganan Lembut
   · Minum air atau makan pisang, nasi lembut, atau roti dapat membantu mendorong duri turun ke lambung.

3. Hindari Muntah Paksa
   · Jangan berusaha memuntahkan kembali karena bisa melukai tenggorokan.

4. Perhatikan Gejala Serius
   · Segera cari bantuan medis jika muncul gejala:
     · Nyeri hebat di dada atau perut.
     · Sulit menelan atau bernapas.
     · Demam, muntah darah, atau tinja berwarna hitam (tanda perdarahan saluran cerna).

PENCEGAHAN
· Selalu periksa dan pisahkan duri dengan hati-hati saat makan ikan bandeng, meski durinya sudah lunak.

· Kunyah makanan secara perlahan dan saksama.

Ingat! Tetap waspada terhadap gejala tidak biasa, dan jika ragu, konsultasikan ke tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

(InfoMedokanAyu)

Jumat, 06 Februari 2026

Lansia RW09 Investasi Kemandirian, Kebahagiaan, dan Kesehatan Masa Tua

Lansia RW09 Medokan Ayu ber-aktivitas senam bersama di lahan Fasum, sekaligus pelataran Balai RW09.
(Foto : Dok RW09)

LANSIA RW09 Medokan Ayu ber-investasi kemandirian, kebahagiaan, dan kesehatan menyeluruh di masa tua melalui Senam bersama, sebagaimana Jumat, pagi tadi.

Senam itu adalah semangat untuk tetap bergerak aktif di usia senja dengan cara yang aman dan terukur. 

SENAM PENTING
Meskipun telah memasuki usia lanjut, adalah    penting seseorang tetap dapat dan sangat dianjurkan untuk rutin melakukan aktivitas fisik yang terstruktur seperti senam guna menjaga kesehatan, kebugaran, serta kualitas hidupnya.

Peserta yang mampu berdiri lama pun aktif ikut senam, sambil berkursi.
(Foto : Dok RW09)

Aktivitas ini dirancang khusus dengan mempertimbangkan kondisi fisik lansia, menitikberatkan pada keamanan, kelenturan, keseimbangan, dan peningkatan kekuatan otot.

MANFAAT SENAM
Aktif senam memberikan manfaat menyeluruh bagi lansia, mencakup aspek fisik, mental, dan sosial.

MANFAAT FISIK
· Jantung & Pernapasan: Memelihara kesehatan jantung dan sistem pernapasan.

· Otot & Tulang: Memelihara kekuatan otot, mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis).

· Keseimbangan & Koordinasi: Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh, mengurangi risiko jatuh.

· Metabolisme & Berat Badan: Mengatur metabolisme dan mengendalikan kenaikan berat badan.

· Peredaran Darah: Menstabilkan tekanan darah dan meningkatkan sirkulasi darah.

Video Dok RW09

MANFAAF MENTAL & EMOSIONAL
· Suasana Hati: Meningkatkan mood, mengurangi stres, kecemasan, serta gejala depresi.

· Kepercayaan Diri: Memperbaiki kesehatan jiwa dan menambah rasa percaya diri.

· Fungsi Kognitif: Membantu melindungi fungsi kognitif dan memori.

MANFAAT SOSIAL
· Interaksi Sosial: Memberikan kesempatan untuk bersosialisasi, mengurangi rasa kesepian dan isolasi.

· Dukungan Komunitas: Meningkatkan semangat dan kebersamaan ketika dilakukan dalam kelompok atau komunitas.

(InfoMedokanAyu)

Kamis, 05 Februari 2026

Bandeng Berpeluang Jadi Favorit Setelah Dikenal sebagai Salmon Indonesia

Ilustrasi sumber hallodoc

IKAN BANDENG merupakan alternatif lokal yang unggul dari Salmon. Ini wajib dan kian dikenal masyarakat, sekaligus berpeluang sebagai favorit. Bukan hanya "Primadona".

Dari berbagai laporan, InfoMedokanAyu menyimpulkan Bandeng ber-kandungan omega-3 yang jauh lebih tinggi (hingga 14-19%) dibandingkan salmon (~2.6%). 

Ikan Bandeng

Bandeng, termasuk hasil dari Medokan Ayu menawarkan protein, zat besi, dan asam lemak sehat yang tinggi, setara atau bahkan lebih baik dari salmon untuk MPASI (Makanan Pendamping ASI) dan kesehatan, dengan harga jauh lebih terjangkau. 

Berikut perbandingan utama antara kedua ikan sekaligus menjelaskan mengapa Bandeng dijuluki "Salmon Indonesia":

1. Kandungan Omega-3 dan Protein

· Ikan Bandeng: Omega-3: 14.2%. Protein: 20.38%. Sumber: Data dari Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (1996).

· Ikan Salmon: Omega-3: 2.6%. Protein: Bervariasi, umumnya sekitar 20g per 100g. Sumber: Data perbandingan dari studi yang sama.

· Kesimpulan: Bandeng unggul dalam kandungan omega-3, dengan kadar yang dilaporkan jauh lebih tinggi. Kandungan proteinnya juga sangat baik dan setara.

Ikan Salmon 

2. Kandungan Nutrisi Penting Lain

· Ikan Bandeng: Kaya akan asam folat, vitamin B6, B12, serta mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, dan fosfor.

· Ikan Salmon: Terkenal akan DHA dan EPA (jenis omega-3), serta vitamin D dan selenium.

· Kesimpulan: Masing-masing memiliki keunggulan. Bandeng baik untuk janin dan kesehatan saraf, sementara Salmon untuk perkembangan otak.

3. Kandungan Merkuri

· Ikan Bandeng: Termasuk ikan dengan kadar merkuri rendah. Namun, perlu perhatian pada kualitas lingkungan budidaya untuk menghindari kontaminan lain seperti timbal.

· Ikan Salmon: Juga termasuk rendah merkuri. Salmon liar umumnya dianggap lebih rendah kontaminannya dibanding budidaya.

· Kesimpulan: Keduanya relatif aman jika dikonsumsi dalam porsi wajar dan berasal dari sumber yang terjaga kualitasnya.

4. Kemudahan Konsumsi

· Ikan Bandeng: Memiliki banyak duri halus yang sering menjadi kendala. 

Namun, kini sudah tersedia tawaran seperti bandeng presto, fillet atau bandeng tanpa duri.

· Ikan Salmon: Dagingnya hampir tanpa duri halus, sehingga mudah diolah dan disajikan, termasuk untuk MPASI anak.

· Kesimpulan: Salmon lebih praktis, meski olahan Bandeng tanpa duri mulai banyak tersedia.

HARGA 1 SALMON : 11-25 BANDENG
Berdasarkan harga nasional terkini, harga ikan salmon bisa mencapai sekitar 11 hingga 25 kali lipat lebih mahal dibandingkan ikan bandeng di Indonesia.

Perbedaan harga yang signifikan ini disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

· Sumber dan Biaya Produksi: Salmon yang dijual di Indonesia umumnya diimpor dari negara seperti Norwegia. 

Biaya budidaya, pemrosesan, transportasi, dan bea masuk membuat harganya tinggi.

Sebaliknya, bandeng adalah produk budidaya lokal, sehingga biayanya jauh lebih rendah.

· Kesadaran Gizi dan Tren Pasar: Ikan salmon dipasarkan secara global sebagai ikan premium dengan kandungan omega-3 yang terkenal. 

Hal ini membentuk persepsi dan permintaan yang mendorong harganya naik. 

Ikan salmon umumnya dijual di supermarket besar untuk segmen menengah atas. Bandeng sangat mudah ditemui di pasar tradisional.

Pun demikian Bandeng kalah peminat. Ini ditengarahi kehadiran durinya.

Namun seputar duri bandeng, kini sudah bisa terjawab, dengan adanya tawaran Bandeng Tanpa Duri.

(InfoMedokanAyu)

Cabut Duri, Jaminan Olahan Bandeng "Primadona Meja Makan" Lebih Aman dan Nyaman

 
Tanpa duri, jaminan nikmat bandeng lebih aman dan nyaman

BANDENG tanpa duri, alternatif pilihan dari "Primadona diatas meja : 1001 Rasa Ikan Bandeng Nusantara", yang memberikan jaminan lebih aman dan nyaman.

Tak bisa dipungkiri bandeng cabut duri adalah pilihan yang lebih unggul dari segi keamanan, kepraktisan, dan potensi olahan, meskipun memerlukan proses ekstra atau biaya lebih. 

Tanpa duri ini berhasil mengubah persepsi tentang bandeng dan membuka peluang baru untuk menikmati ikan bergizi, dengan jaminan lebih aman dan nyaman.

Bandeng cabut duri ini diperkenalkan se-nusantara mulai 2010. Sampai kini masih teknik manual. Belum ada otomatis mesin.

Sejak itu semakin mantap posisi bandeng sebagai menu "Primadona di Atas Meja : 1001 Rasa Ikan Bandeng Nusantara".

Tentu ini juga peluang ekonomi bagi warga Medokan Ayu. Sebagian modal kepercayaan telah tertanam, dengan sempat dikenalnya sebagai penghasil bandeng Surabaya. 

Peluang ekonomi ini berpijak dari lokasi pasar dan produksi, yang keduanya berada dalam satu kota.

"Bandeng cabut duri" memang dianggap sebagai pilihan olahan bandeng yang lebih menarik, terutama karena menghilangkan kendala utama, yaitu banyaknya duri halus yang membuat siapapun "berjuang hindari duri" untuk menyantapnya.

Teknik ini telah dipromosikan melalui berbagai program pelatihan sebagai cara untuk meningkatkan nilai gizi dan ekonomi.

KELEBIHAN BANDENG CABUT DURI
Praktis dan Aman Disantap
Menghilangkan kekhawatiran tertelan duri, sehingga lebih aman untuk semua usia, terutama anak-anak.

Mempertahankan Nutrisi
Ikan bandeng kaya protein dan nutrisi penting lainnya. Dengan menghilangkan duri, kandungan gizi ini lebih mudah dan aman didapatkan.

Bisa Diolah Lebih Lanjut
Setelah duri dicabut, ikan bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti bakso, abon, atau pepes.

Mendukung Gizi dan Perekonomian
Pelatihan bandeng cabut duri sering dikaitkan dengan upaya pencegahan stunting (kekurangan gizi kronis) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama ibu-ibu sebagai pengelola konsumsi keluarga.

MANFAAT
Manfaat terbaik, pertimbangkan utama.
· Untuk Keluarga dengan Anak: Bandeng cabut duri atau fillet adalah pilihan teraman dan paling direkomendasikan.

· Untuk Usaha Kuliner: Olahan lanjutan seperti bakso atau abon bandeng memiliki daya tarik dan nilai jual yang tinggi.

BISNIS CABUT DURI
Tawaran yang diminati, yakni "cabut duri" khusus untuk bandeng muncul karena kombinasi anatomi unik ikan ini.

Cabut Duri Bandeng didorong oleh dua kombinasi utama: struktur tulangnya yang unik memungkinkan penarikan duri dalam satu kesatuan, serta upaya untuk mengatasi kerumitan dari jumlah duri yang sangat banyak (lebih dari 160 duri per ekor).

Daya tarik lain, Bandeng satu-satunya ikan yang bisa disajikan dalam beragam menu. Primadona di Atas Meja, memang kelebihan riil dari ikan bandeng.

Untuk lebih memahami perbedaannya, berikut adalah beberapa faktor kunci:

· Bandeng: Duri sangat banyak (164-212 duri halus) dengan ukuran kecil dan halus.

Memiliki struktur sambungan tulang-otot yang memungkinkan kerangka bisa dikeluarkan relatif utuh dengan teknik deboning khusus (butterfly + tarik).

· Ikan Konsumsi Umum Lainnya (seperti kakap, gurami, nila): Jumlah duri tidak sebanyak bandeng. Ukuran lebih besar dan teratur.

Selain itu, banyak yang memiliki tulang intermuscular yang menyulitkan deboning sempurna dalam satu tarikan.

(InfoMedokanAyu)



Rabu, 04 Februari 2026

Enam Usaha di Medokan Ayu Layani Pesanan Antar olahan Bandeng

Otak-otak bandeng olahan "Bandeng Asap Manalagi"

TEMPAT KULINER olahan Bandeng di Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya hingga kini tak ditemukan. Pun demikian, dari kawasan ini didapatkan data enam usaha Bandeng siap saji, yang melayani pesanan antar secara online.

InfoMedokanAyu mendapatkan informasi, sekaligus menjelaskan, bahwa usaha layanan antar ini muncul sejak 4 tahun silam, pada 2022.

Antara lain mesin pencari google memunculkan :

Bandeng Sapit Bu Faizah
Jl. Medokan Kp. No.36, RW.2, Medokan Ayu, Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur 60295

Atas usaha ini tidak ditemukan nomor telepon. Namun, ada 9 ulasan.

Ulasan itu, diantaranya "bandeng sapitnya enak, fresh, bumbunya sangat kerasa👍🏻"

Bandeng Asap Cabut Duri Bu Juna

Bandeng Asap Cabut Duri Bu Juna
Jl. Medayu Pesona III No.33 blok.B, Medokan Ayu, Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur

Telepon : 0878-5373-5699

Bandeng Karimanasi
Jl. Tambak Medokan Ayu Gg. XI No.C1, Medokan Ayu, Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur 60295

Telepon : 0815-1549-7819

Bandeng Presto, Bandeng Tanpa Duri
Jl. Raya Putra Bangsa III No.1, Medokan Ayu, Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur

0812-3115-2325

Warung Bandeng Bakar Bu Sari
Jl. Raya Medokan Kampung 59 RT04/ RW02

Warung ini memasarkannya melalui GoFood

Bandeng Asap Manalagi

Jl. Medokan Ayu MA I-O/23

031-870.8469/ 0857.332.44811

Diberitahukan, InfoMedokanAyu belum mengetahui keberadaan usaha layanan antar ini secara Offline, masih ada atau sudah tutup.

InfoMedokanAyu mohon masukan pembaca budiman, bila di Medokan Ayu ada tempat kuliner olahan Bandeng.

Informasi tersebut untuk melengkapi berita "Primadona di Atas Meja: Menelusuri 1001 Rasa Ikan Bandeng Nusantara", yang terbit pada Selasa, 3 Februari 2026.

(InfoMedokanAyu)


Selasa, 03 Februari 2026

Primadona di Atas Meja: Menelusuri 1001 Rasa Ikan Bandeng Nusantara

 

Bandeng yang berkelebihan bisa disajikan 1001 rasa. (Ilustrasi Foto Kompas)

IKAN BANDENG memang primadona di meja makan. Meski dikenal dengan tantangan durinya yang banyak, kelembutan tekstur dan kekayaan rasa gurihnya membuat banyak orang rela "berjuang" untuk menikmatinya. 

InfoMedokanAyu sengaja mengangkat kekayaan kuliner berbahan ikan ini bertolak pula pada MedokanAyu— dikenal sebagai kampung penghasil bandeng.

Malah, kelebihan Bandeng yang empuk dilafalkannya dengan "meduk/medok" erat kaitannyan dengan nama "Medokan Ayu". (hal ini akan diturunkan lewat tulisan lain).

Dalampada itu, lebih dari sekadar ikan biasa, bandeng memiliki karakter unik yang menjadikannya favorit para koki hingga ibu rumah tangga.

Ada alasan ilmiah dan kuliner mengapa ikan ini sangat fleksibel diolah dengan beragam bumbu, dari rasa asam segar hingga manis legit. 

Fleksibilitas inilah yang membuatnya layak disebut bisa dihidangkan dalam "1001 rasa".

Tokoh Medokan Ayu Nawawi Ahmad, S.Ag

Tokoh Medokan Ayu Nawawi Ahmad S.Ag pun mengklaim dengan "1001 rasa" itu memang kelebihan bandeng tidak dimiliki oleh ikan lain, baik ikan tawar maupun laut, yang bisa disajikan dengan beragam olahan.

Kelebihan Ikan Bandeng: Kenapa Ia Begitu Istimewa?

1. Profil Rasa "Gurih Netral"
Berbeda dengan ikan laut yang cenderung amis atau ikan air tawar yang kadang berbau tanah, bandeng memiliki rasa gurih yang bersih dan netral. 

Kadar lemaknya yang cukup tinggi, terutama di bagian perut, berfungsi sebagai "pengikat rasa" yang membuat bumbu apapun terasa lebih kaya dan menyatu.

2. Tekstur Daging yang Adaptif
Daging bandeng berserat halus namun padat, sehingga:
   · Tidak mudah hancur saat direbus (seperti dalam pindang atau palumara).

   · Saat digoreng, kulitnya garing sementara dalamnya tetap lembut.

   · Cocok dihaluskan untuk isian otak-otak atau sate bandeng karena mudah menyatu dengan santan atau telur.

3. Penyerap Bumbu yang Unggul
Struktur dagingnya yang berlemak memungkinkan bumbu cair seperti kecap, asam jawa, atau rempah kuning meresap hingga ke dalam serat, bukan hanya di permukaan.

4. Nilai Budaya & Filosofi
Di Indonesia, bandeng sering menjadi simbol keberuntungan dan kemakmuran, terutama dalam perayaan Imlek atau sebagai hantaran Lebaran. 

Status istimewa itu mendorong terus lahirnya inovasi resep agar hidangan ini tetap menarik.

Ragam Olahan Ikan Bandeng pun di Nusantara.

Berikut beberapa olahan populer yang dikelompokkan berdasarkan cara pengolahan:

1. Olahan Ikonik Khas Daerah
Ikan Bandeng Presto

   · Bandeng Presto (Semarang): Dimasak dengan tekanan tinggi hingga durinya lunak dan bisa dimakan.
 
Pindang Bandeng

   · Pindang Bandeng (Betawi): Kuah bening dengan rasa asam, manis, pedas, dan bumbu yang dibakar terlebih dahulu.

   · Bandeng Asap (Sidoarjo): Aroma smokey kuat, biasanya disajikan dengan sambal petis.

   · Sate Bandeng (Banten): Daging dihaluskan, dicampur bumbu santan, dimasukkan kembali ke kulit, lalu dibakar—bebas duri.

2. Olahan Goreng & Bakar
Bandeng penyet plus sambel terasi

   · Bandeng Goreng Kremes
   · Bandeng Bakar Madu/Kecap
   · Bandeng Penyet dengan sambal terasi

3. Olahan Berkuah & Segar
Bandeng kuah kuning

   · Bandeng Palumara (Makassar): Sup kuning asam segar dari asam jawa dan tomat.

   · Bandeng Kuah Kuning: Kaya rempah kunyit dan kemiri.

   · Gangan Manis Bandeng: Variasi sayur asam dengan bandeng.

4. Olahan Modern & Inovatif
Bandeng Supit

   · Otak-otak Bandeng
   · Abon Bandeng
   · Bandeng Isi (digoreng tepung)
   · Bandeng Sapit (dipanggang dijepit bambu dengan bumbu rempah kental).

5. Olahan Spesial
   · Bandeng Lempung  (Medokan Ayu)
Olahan ini hanya ditemui di kawasan Tambak Medokan Ayu.

Cara olah : bandeng dibungkus lempung, lalu dibakar. Ketika sudah matang, lempung dikelupas, kulit ikan bandeng akan terbuang menempel pada lempung.

Disitu ikan bandeng siap disantap otomatis sudah bersih, tanpa kulit.

"Itu nikmat sekali", kata Nawawi Ahmad putra tambak, yang  sempat tiga periode sebagai ketua LKMK Medokan Ayu.

Mohon masukan pula dari pembaca budiman bila ada jenis olahan bandeng selain diuraikan diatas bisa disampaikan ke InfoMedokanAyu, selanjutnya ditambahkan sebagai referensi.

KEKAYAAN KULINER
Dengan segala keunggulan dan variasinya, ikan bandeng tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi bukti kekayaan kuliner Indonesia yang pantas dilestarikan dan dieksplorasi.

Selanjutnya, InfoMedokanAyu akan menurunkan tulisan terkait menu Ikan Bandeng yang bisa dinikmati di Medokan Ayu.

(InfoMedokanAyu)

Senin, 02 Februari 2026

Bandeng Medokan Ayu Sempat "Meledak" Populer, Kini Lokasi Kuliner Serba Bandeng Sulit Ditemukan

Aneka olahan menu Bandeng, kini sulit dijumpai lokasi Kulinernya di Medokan 


BANDENG Medokan Ayu ... Kini tak tampak lagi.

Selengkapnya ikuti beberapa saat lagi.



 

Ayu

SEPUTAR Bandeng Medokan Ayu, berita selengkapnya ikuti beberapa saat lagi ....

Minggu, 01 Februari 2026

Paling Viral, Sengketa Tanah plus Aksi Pembokaran dengan Video ke Presiden Prabowo

Paling viral, Sengketa Tanah dengan video masuk pengaduan ke Presiden.

SECARA RIIL, persoalan tanah yang viral di Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya adalah sengketa kepemilikan/penggunaan lahan yang diklaim sebagai fasum jalan, yang memicu aksi pembongkaran sepihak dan kemudian viral melalui video pengaduan ke Presiden Prabowo Subianto.

Itu rekam jejak digital yang dilansir DeepSeek perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok terkait Sengketa tanah di Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya.

Data asal AI tersebut bisa juga salah. Maka, yang mengetahui mohon mengoreksi, demi kebenarannya. Data itu telah menyebar.


Persoalan tanah yang viral di Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, adalah sengketa lahan yang melibatkan Permadi (pemilik SHM) dan Uswatun Khasanah, terkait status tanah yang diklaim sebagai akses jalan umum (fasum) namun didirikan rumah di atasnya.

Konflik ini memicu perhatian luas setelah video keluhan Uswatun tersebar di media sosial.

🔍 Apa yang Sebenarnya Terjadi?
1. Latar Belakang Sengketa

· Tanah di Jalan Tambak Medokan Ayu VI-C, RT 11/RW 02, seharusnya berfungsi sebagai jalan akses warga (fasum) berdasarkan peta kavling dan SHM yang dimiliki Permadi.

· Namun, di atas lahan tersebut berdiri rumah milik Uswatun Khasanah. Permadi menganggap rumah itu menghalangi akses menuju tanahnya dan warga lainnya.

2. Tindakan Sepihak dan Viral di Media Sosial
· Permadi melakukan pembongkaran sebagian rumah Uswatun dengan alasan “mengembalikan fungsi tanah sebagai fasum”.

· Uswatun kemudian mengunggah video yang berisi keluhan langsung kepada Presiden Prabowo, meminta keadilan atas perlakuan tersebut. 

Video inilah yang membuat kasus ini viral.

3. Respons Otoritas
· Wakil Wali Kota Surabaya, Ir. Armuji (Cak Ji), turun tangan untuk memediasi sengketa ini. 

Bahkan Armuji sempat marah-marah dan menegaskan bahwa masalah ini harus diselesaikan dengan data dan fakta.

· Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menegaskan bahwa tidak boleh ada warga yang main hakim sendiri dengan melakukan pembongkaran sepihak.

⚖️ Status Terkini
Berdasarkan pemberitaan terakhir (Oktober 2025), sengketa ini telah menemui titik terang setelah mediasi yang melibatkan pihak pemerintah setempat. 

Namun, sebelumnya sempat terjadi ketegangan karena perbedaan pandangan tentang status tanah dan izin bangunan.

Di antara kasus lain, paling banyak menyedot perhatian publik (terutama di media sosial) tetap adalah sengketa antara Permadi dan Uswatun Khasanah.

(InfoMedokanAyu)

Kepastian Hukum dan Kondisi Kerukunan Warga Mengikis Citra Medokan Ayu

Ilustrasi. Medokan Ayu terkikis kepercayaan


KAWASAN Medokan Ayu menerima dampak nyata. Kini kepastian hukum tanah, efektivitas pemerintahan lokal dan kerukunan sosial warga telah mengikis citra positif yang telah melekat. 

Demikian DeepSeek perusahaan riset kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok mencermati Medokan Ayu Tumbuh Pesat, Namun Perlu Perhatian Serius Masalah Tanah, yang merupakan kondisi dan tantangan bersama warga peduli.

Kawasan Medokan Ayu kini, dituliskannya, mungkin diasosiasikan dengan kerumitan hukum properti dan potensi konflik vertikal (warga-pengembang/pemerintah) maupun horizontal (antarwarga). 

Berdasarkan sengketa tanah yang viral beberapa bulan ini, membuahkan dampak citra terhadap kawasan Medokan Ayu secara umum bersifat negatif dan multidimensi.

Kasus ini telah membentuk persepsi publik yang memprihatinkan tentang kawasan Medokan Ayu dalam beberapa aspek kunci:

CITRA MEDOKAN AYU
*Aspek Citra* Dampak Negatif yang Terbentuk (Bukti/Pemicu dari Kasus).

*Hukum & Kepastian Berusaha* Citra sebagai kawasan dengan legalitas tanah yang ambigu dan rawan sengketa. 

Hal itu terkait adanya Klaim tanah fasum yang ternyata bersertifikat [SHM] dan sudah berrumah.

*Tata Kelola & Administrasi* Citra lambatnya penanganan akar masalah dan birokrasi yang dianggap gagal mencegah konflik.

Hal itu terlihat adanya Penerbitan IMB di atas tanah sengketa dan perlunya intervensi pejabat tinggi (Wakil Wali Kota, DPRD).

*Kohesi Sosial Citra* kerukunan warga yang rapuh dan penyelesaian konflik secara konfrontatif. 

Hal itu terbukti adanya aksi pembongkaran sepihak ("main hakim sendiri") dan pengunggahan video pengaduan ke media sosial.

*Stabilitas Kawasan* Citra sebagai lingkungan yang tidak tertib dan berpotensi menimbulkan masalah serupa. 

Kondisi itu tampak adanya konflik berlarut yang mengganggu ketenteraman dan menjadi sorotan nasional.

ANALISIS TERHADAP DAMPAK
1. Citra Hukum Buram dan Tidak Aman

Inti dari viralnya kasus ini adalah ketidakpastian hukum. 

Di satu sisi ada sertifikat hak milik (SHM), di sisi lain ada klaim bahwa tanah itu adalah fasum untuk akses jalan. 

Masyarakat luas kemudian mempersepsikan Medokan Ayu sebagai contoh kawasan di mana sertifikat tanah pun tidak menjamin kepastian, atau di mana tata ruang dan legalitasnya kacau. 

Hal ini berpotensi menurunkan minat investasi properti dan menimbulkan kecemasan di kalangan pemilik tanah lain di wilayah tersebut.

2. Citra Kegagalan Tata Kelola Lokal
Fakta bahwa izin mendirikan bangunan (IMB) bisa terbit di atas tanah yang statusnya kemudian dipersoalkan, menimbulkan tanda tanya besar terhadap efektivitas pengawasan dan koordinasi antardinas terkait.

Konflik yang harus diselesaikan oleh Wakil Wali Kota dengan "marah-marah" dan inspeksi mendadak DPRD justru memperkuat narasi bahwa pemerintahan tingkat lokal (kelurahan, kecamatan) dianggap kurang mampu menangani masalah secara dini dan prosedural.

3. Citra Keretakan Sosial Tereskalasi ke Publik
Penyelesaian konflik melalui pembongkaran sepihak telah mengubah citra dari "perselisihan tetangga" menjadi "hukum rimba". 

Video viral yang berisi pengaduan langsung ke Presiden semakin mendorong narasi bahwa warga merasa tidak mendapat keadilan di tingkat lokal. 

Hal ini melukiskan gambaran bahwa medan penyelesaian masalah di kawasan itu adalah media sosial dan aksi langsung, bukan jalur hukum dan musyawarah yang sehat.

4. Citra Kawasan "Bermasalah" yang Butuh Perhatian Khusus* 

Akumulasi dari semua itu membuat Medokan Ayu, dalam pandangan publik sementara, terstigma sebagai "kawasan bermasalah". 

Stigma ini bisa melekat lebih lama dari penyelesaian kasus itu sendiri dan mempengaruhi persepsi terhadap aspek lain, seperti keamanan, ketertiban, dan kualitas lingkungan hidup di sana.

(InfoMedokanAyu)

Sabtu, 31 Januari 2026

Medokan Ayu Tumbuh Pesat, Namun Perlu Perhatian Serius Masalah Tanah



KESAN UTAMA kawasan Medokan Ayu adalah kawasan dengan pertumbuhan yang pesat. Demikian kesimpulan yang diberikan mesin AI Gemini - Google maupun ChatGPT AI - Microsoft, dua mesin AI yang bersaing ketat.

Potret Medokan Ayu versi Mesin AI ini dimunculkan dalam kaitan menemukan pendapat umum tak berpihak tentang Medokan Ayu.


Pun demikian, mesin AI itu mengingatkan, diperlukan perhatian serius terhadap penyelesaian masalah administrasi dan hukum pertanahan yang masih terjadi.


Mesin AI itu menggarisbawahi, kawasan Medokan Ayu di Rungkut, Surabaya saat ini memberikan kesan sebagai area yang dinamis.


Pun demikian, masih bergulat dengan masalah kepastian hukum lahan yang kompleks. 


Disebutkan pula, upaya masyarakat melalui blog InfoMedokanAyu.blogspot.com dikomentari berpotensi besar memberikan pengaruh positif dalam membangun citra.


Itu terutama dengan menyediakan informasi yang transparan dan edukatif mengenai isu-isu tersebut.


RAGAM KASUS TANAH

Kasus tanah di sini beragam, dari sengketa antar warga hingga masalah administrasi kelurahan:


· Sengketa Fasilitas Umum: Kasus viral di Jalan Tambak Medokan Ayu VI-C, dimana sebuah rumah diduga dibangun di atas tanah fasilitas umum (jalan), merugikan warga lain. 


Kasus ini melibatkan Wakil Wali Kota dan proses pengadilan.


· Dugaan Penipuan dan Mediasi: Terdapat kasus dugaan penipuan tanah kavling di Jalan Medokan Ayu yang menyebabkan kerugian hingga Rp 875 juta. 


Kasus ini akhirnya diselesaikan melalui mediasi Wakil Wali Kota Armuji.


· Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Aparat: Sebuah sengketa lahan di Jalan Medayu Utara melibatkan dugaan pemalsuan dokumen (surat kuasa dan surat keterangan riwayat tanah) oleh mantan lurah setempat.


Komisi C DPRD Kota Surabaya menilai kasus ini telah masuk ranah pidana.


· Permasalahan Administratif Persil: Warga mengalami kesulitan mengurus sertifikat karena terjadi perbedaan pencatatan nomor persil antara dokumen miliknya dengan catatan di kelurahan, sehingga harus menyelesaikannya melalui pengadilan.


· Eksekusi Pengadilan: Proses eksekusi pengosongan lahan dan bangunan berdasarkan putusan pengadilan juga telah terjadi di Jalan Medokan Sawah, diawasi oleh kepolisian.


POTENSI INFO MEDOKAN AYU

Blog komunitas ini dapat berperan penting dalam konteks Medokan Ayu:


· Meluruskan Informasi: Menyediakan narasi berdasarkan data dan fakta resmi (seperti putusan pengadilan atau klarifikasi pihak berwenang) untuk melawan informasi yang tidak akurat.


· Edukasi Publik: Memuat artikel yang mengedukasi warga tentang pentingnya dokumen tanah yang lengkap, prosedur hukum yang benar, dan cara menghindari sengketa.


· Mempromosikan Aspek Positif: Menyoroti potensi kawasan lain seperti Wisata Mangrove Medokan Ayu atau kegiatan komunitas untuk menyeimbangkan pemberitaan.


· Mendorong Transparansi: Menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengawal penyelesaian masalah yang transparan.


(InfoMedokanAyu)