Senin, 18 Mei 2026

Bukan Sekadar Belanja Rutin, Kini Jadi Rekreasi: Inovasi PKK RT 01/RW 10 GPA Menggugah Inspirasi

Dibiayai Sie usaha, tanpa ribet pasang tenda dan sebagainya, ibu-ibu PKK RT01 RW10 Griyo Pesona Asri, bersantai, bermain dan berekspresi di Aloft Hotel Pakuwon City, Minggu 17 Mei 2026, Pukul 12.00 - 15.00 WIB. Sementara sang Bapak-bapak giliran dirumah.

InfoMedokanAyu – Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik, siapa sangka sebuah ide sederhana justru mampu meringankan beban sekaligus menghadirkan kebahagiaan bersama? Itulah yang dibuktikan oleh ibu-ibu PKK di RT01 RW10, Griyo Pesona Asri (GPA), Kelurahan Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya.

Berkat kreativitas dan gotong royong, mereka berhasil mengubah kegiatan rutin berbelanja menjadi mesin ekonomi kecil yang produktif. 

Bukan sekadar arisan atau simpan pinjam, kelompok ini bergerak nyata dengan model usaha yang cerdas dan patut ditiru.

Ketua PKK RT01 RW10 Griyo Pesona Asri Ny. Ibnu Hadjar berbagi senyuman dengan hadirin.

Mekanisme Sederhana
Ide cemerlang ini berawal dari pengalaman salah satu warga yang dulu pernah membuka toko di rumah. Ia pun dipercaya untuk memimpin Seksi Usaha PKK setempat. 

Konsepnya mudah, bahkan bisa ditiru oleh RT mana pun:

1. Mengumpulkan kebutuhan warga, mulai dari sembako, hingga barang rumah tangga lainnya.
2. Membeli dalam jumlah besar ke pusat kulakan, terutama saat ada diskon atau promo.
3. Menyalurkan kembali ke anggota saat pertemuan arisan, dengan harga mendekati modal—nyaris tanpa markup berarti.

Ruangan pun didekor oleh seorang Bu Erwin, menambah suasana yang tak biasa, dan kian hidup dengan muncul suara Bu Lia sebagai pembawa acara.

Hidangan yang memanjakan kebersamaan siang itu.

Hasilnya? Anggota mendapatkan harga lebih murah dari pasaran tanpa perlu repot keluar rumah. Yang tadinya pengeluaran rutin, berubah menjadi aktivitas ekonomi yang berputar dan memberdayakan.

Ada pula kebiasaan unik dalam setiap pertemuan arisan yang beranggotakan 37 ibu-ibu. Ketika ada menu "kotakan" yang tersisa karena beberapa anggota berhalangan hadir, makanan tersebut dilelang dengan harga separuh. Hasilnya menjadi pemasukan tambahan untuk kas Sie Usaha.

Lebih dari itu, pertemuan bulanan yang media utamanya arisan ini selalu terasa mengasyikkan. Antara lain karena adanya guyonan saat lelang konsumsi yang senantiasa diminati warga.

Tak liput bagi doorprize

Capaian Nyata: Dana Berputar Puluhan Juta Rupiah

Tidak hanya lelang, sistem simpan pinjam di sini juga menawarkan penguatan permodalan yang makin kokoh. Dengan jangka waktu pinjam dibatasi 5 bulan dan bunga sebesar 2 persen, warga merasa terbantu tanpa terbebani.

Sejak kepengurusan RT baru pada tahun 2023, sistem sederhana ini telah memutarkan dana bersama sebesar sekitar Rp47 juta dari 37 orang anggota PKK. 

Angka itu bukan laba kotor, melainkan bukti nyata bahwa kepercayaan dan partisipasi aktif mampu menciptakan ekosistem ekonomi sehat dari tingkat RT.

Ketika berkumpul tak mampu dihindari, gairah bermain senantiasa muncul

Yang lebih menarik: keuntungan dari pengelolaan usaha ini tidak dibagikan sebagai uang tunai. Sebagian besar justru digunakan untuk kegiatan bersama yang mempererat silaturahmi. Contohnya? Setiap tahun rekreasi bersama dan acara kekeluargaan di hotel.


Buktinya, Minggu lalu mereka baru saja menggelar acara penuh kehangatan di sebuah hotel—serba gratis untuk anggota. Suasana syukur dan kebersamaan begitu terasa.

Pelajaran Berharga untuk Wilayah Lain
Apa yang dilakukan PKK RT01 RW10 bukan sekadar cerita sukses, melainkan peta jalan praktis yang bisa diadaptasi oleh RT/RW lain di Medokan Ayu.

1. Sie Usaha bukan formalitas belaka. Dengan pendekatan yang tepat, sie ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi warga.

2. Keuntungan tak harus berbentuk uang. Rekreasi dan acara hotel justru memperkuat ikatan sosial yang tak ternilai harganya.

3. Keahlian lokal adalah aset. Pengalaman ketua Sie Usaha (Bu Yanti) yang pernah membuka toko menjadi kunci membaca peluang diskon dan mengelola stok secara cermat.




Keakraban membuahkan rasa yang makin menyatu.

Empat Manfaat Nyata Keberadaan Sie Usaha
Dari kegiatan ini, setidaknya ada empat dampak positif yang dirasakan langsung oleh warga:

· Ekonomi: Belanja bulanan lebih hemat karena sistem kulakan bersama.
· Sosial: Solidaritas antarwarga meningkat; ibu-ibu tidak hanya bertemu saat arisan, tetapi juga dalam aktivitas produktif sehari-hari.
· Kebersamaan: Hasil usaha dinikmati bersama melalui rekreasi dan acara di hotel, menjadi perekat hubungan warga.
· Pemberdayaan: Pengalaman warga yang pernah memiliki toko dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan kolektif.

Ketua Sie Usaha yang akrab disapa Bu Yanti, yang tidak lain Ny. Rochmat ini mengungkapkan dengan sederhana namun menggugah:

"Kami tidak besar-besaran. Yang penting berputar, semua anggota merasa diuntungkan, dan akhirnya bisa hangout bareng. Itu sudah lebih dari cukup."

Tak ketinggalan ketua PKK Ny. Ibnu Hajat (kiri) dan Ketua Sie Usaha Ny. Rochmat ( paling kanan) mengabadikan kebersamaan bersama ibu-ibu yang lain.
 
Inspirasi untuk Kita Semua
Apa yang terjadi di RT01 RW10 GPA adalah bukti nyata bahwa modal utama PKK bukanlah dana besar, melainkan niat tulus dan kerja sama yang konsisten.

Jika pola ini ditiru oleh RT lain di Medokan Ayu, bukan tidak mungkin kita akan menyaksikan lebih banyak lagi kegiatan kebersamaan yang lahir dari aktivitas produktif sehari-hari.

Perlu dicatat pula: gerakan Sie Usaha ini ternyata telah berlangsung sejak lebih dari 20 tahun lalu. Sepanjang perjalanannya, mereka tetap mempertahankan roh usaha yang berdampak positif bagi kebersamaan.

Selamat untuk ibu-ibu PKK RT01 RW10 Griya Pesona Asri! Teruskan inovasinya—Anda adalah inspirasi bagi lingkungan kita. (red)

Catatan : Redaksi Weblog Lingkungan Medokan Ayu mengundang RT/RW lain untuk berbagi cerita inspiratif serupa. Kirimkan laporan Anda ke kami.

Minggu, 17 Mei 2026

Laporan Keuangan Lingkungan: Bukan Sekadar Catatan Akuntansi: Bagi Pengurus Alat Kendali, Bagi Warga Penanda Arah Pengelolaan



InfoMedokanAyu - Laporan keuangan bulanan bukan sekadar catatan akuntansi sederhana, melainkan fondasi utama tata kelola pemukiman yang sehat dan berkelanjutan. 

Ini terkait dua ada warga Medokan Ayu yang kesulitan membaca arah pengelolaan lingkungan, lantaran tidak tersedianya laporan keuangan yang disajikan secara terjadwal dan konsisten di kawasannya.

Sementara itu, di antara yang ditemui di lapangan mayoritas menyatakan menerima laporan keuangan lingkungan yang bisa dibaca setiap warga dari Pengurus RT, berlangsung bulanan.

Antara lain dari RT06 dengan ketua termuda di RW08 Thohary, Ketua RT11 RW02 Eddy Agus Subeksi, maupun Ketua RT10 RW02 Ny. Wily Sumarli menyajikannya laporan keuangan lingkungan itu setiap bulan.

"Begitu pun RT09 RW01, laporan keuangannya tiap bulan. Kita sebagai warga bisa mengikuti nya", kata Puruwito, seorang warga disana.

Ada pula yang menyajikan laporan per 3 bulan atau triwulan. "Laporan keuangan di RT04 RW05, rutin setiap 3 bulan", kata Sugeng, ketua RT setempat.

Ada pula yang jadwalnya tidak beraturan. Tapi minimal per tahun 2x laporan keuangan selalu ada. Ini sebagaimana terjadi di RT04 atau RT07 RW08. Ini terkait kesibukan bendahara.

Namun, diluar itu ada pula yang sejak kepengurusan baru 2023, ada warga yang merasakan belum pernah menerima laporan keuangan di wilayahnya.

LINGKUNGAN SEHAT
Secara umum bagi pengurus, laporan ini berfungsi sebagai alat kendali sekaligus perisai perlindungan.

Bagi warga, laporan ini merupakan hak dasar untuk mengetahui ke mana iuran mereka pergi dan bagaimana lingkungan tempat tinggalnya dikelola. 

Tanpa laporan bulanan, pergantian pengurus akan dipenuhi spekulasi dan ketidakpastian. 

Dengan laporan bulanan, transisi kepemimpinan berjalan mulus, kepercayaan kolektif tetap terjaga, dan lingkungan pemukiman dapat berkembang secara sehat.


MANFAAT BAGI PENGURUS
Pertama, laporan bulanan memudahkan proses serah terima jabatan secara instan.

Dengan laporan yang selalu diperbarui setiap bulan, basis data keuangan selalu dalam kondisi mutakhir. 

Saat pergantian pengurus tiba, tidak perlu dilakukan audit panjang atau penelusuran bukti transaksi lama. Cukup mencocokkan saldo kas akhir bulan terakhir dengan uang fisik yang dipegang. Karena pencatatan dilakukan rutin setiap 30 hari, potensi selisih yang besar hampir tidak ada.

Kedua, laporan bulanan memungkinkan deteksi dini terhadap kebocoran atau kesalahan. 

Jika ada kesalahan pencatatan atau indikasi penyalahgunaan dana, hal itu bisa diketahui dalam waktu satu bulan, bukan menunggu hingga akhir tahun atau masa jabatan selesai. 

Semakin pendek periode pelaporan, semakin cepat tindakan perbaikan dapat diambil.

Ketiga, laporan bulanan menjadi dasar yang akurat untuk menyusun rencana kerja dan anggaran periode berikutnya. 

Dengan demikian pengurus baru tidak perlu meraba-raba menentukan besaran iuran yang ideal atau mengira-ngira pos belanja mana yang terlalu boros, karena semua data historis tersedia secara rinci per bulan.

Keempat, laporan yang rapi dan disiplin meningkatkan kredibilitas pengurus saat mengajukan proposal bantuan ke kelurahan, kecamatan, atau perusahaan yang ingin menyalurkan CSR. 

Donatur dan pemberi bantuan jauh lebih percaya kepada pengelola lingkungan yang terbukti transparan dan teratur dalam melaporkan keuangannya.

Kelima, laporan bulanan menjadi tameng perlindungan bagi pengurus sendiri. Setiap pengurus yang menandatangani laporan bulanan memiliki bukti hitam di atas putih bahwa pada masa jabatannya, keuangan dikelola secara transparan. 

Hal itu sangat berharga untuk melindungi pengurus dari tuduhan atau fitnah di kemudian hari, baik yang muncul dari warga maupun dari pihak lain.


MANFAAT BAGI WARGA
Pertama, warga bisa mengetahui sec9ara pasti untuk apa uang iuran mereka dipakai.

Laporan bulanan menjawab pertanyaan paling mendasar yang selalu ada di benak warga: apakah iuran yang dibayarkan bulan lalu benar-benar digunakan untuk perbaikan lampu jalan, pembelian pupuk kompos, atau perawatan saluran air, bukan malah habis untuk konsumsi rapat atau keperluan pribadi pengurus.

Transparansi bulanan membangun kepercayaan secara bertahap namun kokoh.

Kedua, warga yang sibuk bekerja atau memiliki keterbatasan waktu untuk hadir di rapat warga tetap bisa memantau kesehatan keuangan lingkungannya. 

Cukup dengan membaca laporan yang ditempel di papan pengumuman atau dikirim ke grup WhatsApp, setiap warga bisa mengontrol tanpa harus menjadi pengurus atau datang ke setiap pertemuan.

Ketiga, laporan bulanan mencegah terjadinya kejutan berupa usulan kenaikan iuran mendadak. 

Jika laporan bulanan secara konsisten menunjukkan defisit atau kas yang menipis, warga bisa mengantisipasi sejak dini bahwa akan ada wacana kenaikan iuran.

Sebaliknya, jika laporan menunjukkan surplus yang besar dan terus membesar, warga bisa mendorong agar iuran diturunkan atau surplusnya digunakan untuk kegiatan bersama yang nyata, seperti perayaan hari besar atau perbaikan fasilitas umum yang lebih signifikan.

Keempat, laporan keuangan yang rapi dan tersedia per bulan menjadi dokumen berharga saat warga berniat pindah atau menjual rumahnya. 

Hal itu mengingat, calon pembeli rumah sering menanyakan bagaimana pengelolaan iuran lingkungan, apakah ada tunggakan yang membebani properti tersebut, dan apakah pengurusnya kredibel. 

Dengan laporan bulanan yang tersusun baik, penjual bisa menunjukkan bukti bahwa lingkungannya dikelola secara profesional dan tidak ada masalah keuangan yang akan diwariskan kepada pembeli. 

Hal itu pada akhirnya menjaga bahkan meningkatkan nilai properti di lingkungan tersebut.

Kelima, ketika warga melihat laporan bulanan secara rutin, mereka merasa menjadi bagian dari organisasi pengelola pemukiman, bukan sekadar penyumbang uang pasif. 

Rasa kepemilikan bersama tumbuh, dan partisipasi dalam kerja bakti, kegiatan sosial, atau rapat warga cenderung meningkat karena kepercayaan terhadap pengurus sudah terbangun melalui transparansi yang konsisten.


MANFAAT BERSAMA
Selain manfaat yang spesifik untuk masing-masing pihak, ada beberapa manfaat bersama yang patut dicatat.

Laporan bulanan mencegah konflik internal karena banyak perselisihan di lingkungan pemukiman berawal dari kecurigaan seputar pengelolaan uang iuran. 

Dengan laporan yang terbuka setiap bulan, tidak ada ruang untuk spekulasi atau fitnah.

Laporan bulanan juga menjadi dokumen historis yang sangat berharga. 

Data keuangan yang terkumpul bulan demi bulan selama bertahun-tahun dapat dianalisis untuk melihat tren: 
- apakah lingkungan ini makin makmur yang ditandai dengan surplus yang terus meningkat, atau 
- justru makin banyak warga yang menunggak iuran sehingga keuangan makin tergerus.

Terakhir, laporan bulanan memudahkan proses pemeriksaan oleh pihak pengawas, baik dari kelurahan, kecamatan, maupun aparat inspektorat jika diperlukan. 

Ketika semua data tersusun rapi per bulan, proses verifikasi menjadi cepat dan tidak merepotkan kedua belah pihak. (red)

Sabtu, 16 Mei 2026

Waspadai Tanda-Tanda Kritis Selokan di Pemukiman Sebelum Terlambat


InfoMedokanAyu - Di lingkungan pemukiman, selokan yang tidak terawat dapat menjadi sumber berbagai masalah kesehatan dan lingkungan. Kewaspadaan dini sangat penting.

Demikian pengamatan langsung di sejumlah kawasan di Medokan Ayu pada Sabtu 16 Mei 2026, antara pukul 08.00-10.00 WIB atas dampak hujan lebat semalam Jumat 15 Mei antara Pukul 21.00- 23.00WIB dan ditambah hujan susulan pada dini hari sekitar 02.30 WIB.

Beberapa rumah di Kawasan RW08 masih ada genangan air, yang nyerobot masuk rumah melalui saluran buangan kamar mandi.

Di RW11 beberapa gang masih terdapat genangan Air hujan. Begitupun beberapa lokasi di RW02.

Bahkan ada ujung selatan sisi Timur, lokasi memancing tak terlihat. Terendam air, yang pagi itu air laut naik. Ketinggian air dari paving jalan mencapai setinggi 60Cm.  

Seputar kawasan Mushola An Nur RT09 RW02. Video oleh Henry Eka Wardhana - Ketua RT09 RW02.

Tiga indikator awal kondisi selokan yang dimaksudkan perlu diwaspadai:

1. Air mengalir sangat lambat atau tergenang

2. Nyamuk atau kecoa terlihat jelas

3. Bau menyengat atau tikus berkeliaran

Rujukan sederhana:

· 1 indikator → tingkat waspada, segera bersihkan sebelum bertambah parah.

· 2 indikator atau lebih → kondisi kritis, bukan sekadar perlu normalisasi, melainkan harus dikeruk total.

Hujan sekejap aja banjir sudah mengitari Mushola An Nur RT09 RW02. Apalagi hujan semalam yang relatif lama. Foto oleh Henry Eka Wardhana ketua RT09.
Deteksi Dini Berdasarkan Jenis Hewan
1. Nyamuk → Risiko Tinggi (Kesehatan)

· Culex (aktif malam) → Air tergenang kotor + ada jentik di permukaan.
· Mansonia/Anopheles (pagi/sore) → Selokan kotor dengan vegetasi atau genangan dangkal.

· Catatan: Aedes aegypti lebih suka air bersih di dalam rumah, bukan indikator utama selokan kotor.

Kesimpulan: Nyamuk di selokan = indikasi genangan kotor yang sudah menjadi habitat.

2. Kecoa & Lalat → Risiko Tinggi (Sanitasi)

· Lalat hijau → Indikasi tinja atau bangkai.

· Kecoa Amerika → Indikasi limbah dapur, fermentasi, dan sisa makanan.

· Catatan: Air sabun tidak menarik kecoa. Yang menarik adalah sisa makanan + kelembapan.

Kesimpulan: Kehadiran lalat hijau & kecoa Amerika = risiko sanitasi tinggi.

3. Tikus → Risiko Sedang (Struktur & Sanitasi)

· Tikus keluar-masuk lubang selokan (aktif malam, bisa siang jika populasi padat).

· Pertanda: Endapan lumpur kering + sampah organik jadi sarang.

· Lubang di dinding selokan berisiko merusak struktur.

Kesimpulan: Tikus + lubang = perlu pengurasan endapan segera.

4. Biawak → Risiko Sedang (Struktur & Sanitasi)

· Biawak mondar-mandir di selokan, menggali atau mengais sampah.

· Pertanda: Ada bangkai hewan (tikus, ayam) atau sisa makanan membusuk.

· Selokan terhubung ke sungai atau area alami yang tidak terawat.

Kesimpulan: Biawak = indikator ekosistem tidak sehat + aliran tidak normal.

5. Ular → Risiko Sedang (Rantai Ekosistem)
· Biasanya ular air atau ular tikus (bukan weling).

· Pertanda: Tikus/katak berlimpah + vegetasi tepi tidak terawat.

Kesimpulan: Ular kecil = indikator rantai makanan tidak seimbang.

6. Katak → Risiko Rendah, tapi Berpotensi Bahaya

· Bersuara ramai atau ada telur (buih) di genangan air.

· Pertanda: Air tergenang >3 hari, belum tercemar deterjen/minyak berat.

· Catatan: Katak bisa bertelur di air keruh asal tidak beracun.

Kesimpulan: Katak sendiri tidak berbahaya, tetapi genangan yang ditinggali akan menarik nyamuk berikutnya.

Salah satu sudut banjir di Medokan Sawah Timur. Foto oleh Supangin - ketua RW01 Medokan Sawah.

Pesan Utama
Jangan tunggu sampai dua indikator muncul. Satu indikator saja sudah cukup untuk mulai bertindak. Jika sudah dua indikator atau lebih, selokan dalam kondisi kritis dan harus dikeruk total.

Selokan yang sehat adalah benteng pertama pemukiman dari wabah dan kerusakan lingkungan.

Tanggung Jawab Bersama, Porsi Berbeda
Kebersihan selokan di lingkungan pemukiman pada dasarnya adalah tanggung jawab bersama antara warga dan pemerintah setempat (RT/RW, kelurahan/desa, atau dinas terkait), dengan porsi yang berbeda:

1. Warga/pemukim
Bertanggung jawab menjaga selokan di depan atau di sekitar rumahnya masing-masing, terutama dalam hal tidak membuang sampah, lumpur, atau limbah ke selokan.

Warga juga sebaiknya rutin membersihkan sedimen ringan agar aliran air lancar.

2. Pengurus lingkungan (RT/RW)
Bertugas mengoordinasikan kerja bakti berkala untuk membersihkan selokan bersama warga, serta memfasilitasi jika ada selokan yang tersumbat akibat sampah atau endapan berat.

Kerja bakti bisa menghadirkan pekerja khusus yang berbayar jika diperlukan.

3. Pemerintah daerah (dinas kebersihan/pekerjaan umum)
Bertanggung jawab atas selokan utama atau drainase besar yang berada di sepanjang jalan lingkungan/kelurahan, termasuk pengerukan lumpur secara berkala dengan peralatan besar serta perbaikan saluran yang rusak.

Kesadaran dan gotong royong menjadi kunci kebersihan selokan yang berkelanjutan. (red)

Sabtu, 09 Mei 2026

Batasi Teritorial Anjing Hingga Ring 2: Solusi Seimbang untuk Pemilik, Tetangga, dan Kesejahteraan Anjing


InfoMedokanAyu - Pengawasan terhadap wilayah jelajah (teritorial) anjing seyogianya dibatasi, maksimal hingga Ring 2, yaitu zona yang mencakup seluruh rumah dan halaman tertutup. 

Batasan itu dinilai sebagai titik paling seimbang: nyaman bagi pemilik, tidak mengganggu tetangga, dan tetap baik untuk psikologis serta naluri alami anjing.

Pembatasan ini penting mengingat teritorial alami anjing sangat luas. Berdasarkan pola zona teritorial dengan asumsi anjing diberi kebebasan bergerak (misalnya dibiarkan berkeliaran di lingkungan sekitar), penulis secara umum membagi batasan teritorial menjadi 5 ring yang merepresentasikan gradasi perilaku dari agresif hingga netral.

Semoga ini menjadi referensi dan di Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya tidak terjadi sebagai dirilis kemarin judul "Jangan Sepelekan! Kebiasaan Kecil Ini Mengubah Anjing Jadi 'Teroris' Rumah"

Dasar Perhitungan Luas Wilayah Penciuman Anjing
Luas wilayah seekor anjing dapat merujuk pada kemampuan penciumannya yang luar biasa, mencapai hingga puluhan kilometer. 

Sebagai ilustrasi, jangkauan penciuman anjing German Shepherd (ras anjing paling dekat dengan penulis) dapat melebihi 1,6 km. 

Jika kita mengambil 1,6 km sebagai radius minimal, maka luas area berbentuk lingkaran yang dapat terdeteksi dari satu titik dihitung dengan rumus:

Luas = Ï€ × r²

Dengan:
· r = 1,6 km
· Ï€ ≈ 3,14

Maka:
Luas = 3,14 × (1,6)² = 3,14 × 2,56 = 8,0384 km² (sekitar 8,04 km²)

Jika jangkauannya mencapai 2 km, luasnya menjadi:
3,14 × 4 = 12,56 km².

Semakin besar radiusnya, luas wilayah penciuman bertambah secara kuadratik.

Perlu diingat bahwa ini adalah perhitungan matematis yang ideal. Di lapangan, faktor seperti angin, medan, dan kelembapan sangat mempengaruhi bentuk area sebenarnya (tidak selalu lingkaran sempurna). 

Semakin jauh dari inti teritorial, intensitas perlindungan dan agresivitas anjing akan menurun drastis, berganti menjadi kewaspadaan atau sekadar perilaku penandaan wilayah.


Rekomendasi Utama: Batasi Hingga Ring 2
Penulis menyarankan agar mencakup wilayah anjing yang terfokus hingga Ring 2 (seluruh rumah dan halaman tertutup).

Zona Ring 3 (trotoar, pagar terluar, gerbang depan) sebaiknya dibiarkan sebagai zona netral yang tidak perlu dipertahankan. 

Latih anjing untuk tenang terhadap orang yang lewat di Ring 3. Dengan cara ini, anjing tetap waspada secara wajar, pemilik merasa aman dan nyaman, serta anjing tidak mengalami stres berlebihan.

Mengapa Ring 2 adalah Pilihan Terbaik?

Dampak Positif bagi Anjing
· Rasa aman terkendali : Anjing memiliki wilayah yang jelas (rumah + halaman berpagar) untuk dipatroli dan dilindungi. Ini memenuhi alaminya tanpa menjadikannya istimewa.

· Tingkat kewaspadaan sehat : Anjing waspada tinggi dan menggonggong saat ada orang memasuki Ring 2, tetapi belum tentu menyerang. Ini memberi peringatan tanpa terus-menerus berada dalam mode "tempur".

· Stres lebih rendah dibandingkan Ring 3: 
Ring 3 memaksa anjing bereaksi setiap kali ada orang atau kendaraan lewat, menyebabkan kronisitas stres, gonggongan berlebihan, dan mengecewakan. 

Dengan batasan hingga Ring 2, anjing tidak perlu peduli pada setiap pendatang di luar pagar.

Bagi Pemilik
· Bebas alarm palsu : Anjing tidak akan menggonggong histeris hanya karena ada orang yang lewat di trotoar (Ring 3). Pemiliknya tetap tenang di dalam rumah.

· Risiko agresi minimal ke tamu : Tamu yang masuk ke halaman (Ring 2) akan disambut gonggongan peringatan, tetapi anjing jarang langsung menyerang. Pemilik masih punya waktu untuk mengendalikan anjing atau menyambut tamu dengan aman.

· Ring 1 tetap terlindungi : Anjing akan cenderung agresif jika ada yang masuk ke zona inti (tempat tidur, kandang, pangkuan pemilik) tanpa izin — justru menguntungkan pemilik karena privasi area terjaga.

Dering yang Tidak Direkomendasikan
· Hingga Ring 1 saja: Anjing menjadi terlalu posesif terhadap area kecil (sofa, pangkuan), mudah agresif bahkan kepada pemiliknya saat membersihkan kandang atau mengambil mainan. Tidak nyaman.

· Hingga Ring 3: Anjing stres , menggonggong tanpa henti ke pagar/trotoar, dapat menerjang pagar hingga cedera, serta berisiko menyerang jika ada yang memaksa masuk. Pemilik akan kerepotan dengan keluhan tetangga dan kecemasan anjing.


Penjelasan Lengkap 5 Ring Teritorial Anjing
Berikut adalah pembagian zona teritorial anjing versi penulis beserta karakteristik perilakunya:

· Cincin 1 (Zona Inti)
    Area : Tempat tidur, kandang, pangkuan pemilik, area makan, sofa favorit.
    Perilaku : akan langsung agresif jika ada yang masuk tanpa izin.

· Ring 2 (Zona Rumah & Halaman Tertutup)
    Area : Seluruh rumah, halaman berpagar, teras, garasi.
    Perilaku : Anjing waspada tinggi, menggonggong keras, melakukan patroli batas, tetapi belum tentu menyerang.

· Ring 3 (Zona Perbatasan Fisik)
    Area : Tepat di sepanjang pagar, gerbang, atau trotoar depan rumah.
    Perilaku : memberi gonggongan peringatan dan postur mengancam, namun jarang menyerang kecuali penyusup memaksa masuk.

· Ring 4 (Zona Lingkungan Sekitar / Zona Transisi)
    Area : Trotoar seberang rumah, halaman tetangga yang berdekatan, gang umum, taman kecil di depan kompleks.
    Perilaku : Tidak lagi dianggap sebagai “milik mutlak”. 

Anjing akan mengamati dari kejauhan, mungkin mengikuti penyusup dengan waspada. 

Gonggongan hanya jika ancaman merasa mendekati Ring 3, atau ada gerakan mencurigakan berulang. 

kemungkinan menggonggong serempak dengan anjing lain. Hampir tidak pernah menyerang, kecuali jika pemiliknya ikut keluar dan menunjukkan sikap agresif.

    Tingkat bahaya bagi orang asing : Sangat rendah (kecuali anjing yang dibor khusus sebagai penjaga perimeter).

· Ring 5 (Zona Publik Luas & Anonim / Zona Netral)
    Area : Lapangan, jalan raya, area komersial, atau zona yang tidak rutin dilewati anjing. Termasuk wilayah yang baunya tidak tercium setiap hari.

    Perilaku : Wilayah ini dianggap “netral” atau “milik bersama”. Anjing cenderung acuh tak acuh, fokus pada aktivitas lain (bermain, buang air, atau menjelajah). 

Pengenalan terhadap orang asing bergantung pada pengalaman sosialisasi, bukan kebiasaan teritorial. 

Bisa saja mendekati orang asing karena penasaran atau ingin bermain, bukan karena mempertahankan zona. 

Gonggongan teritorial hanya muncul jika ada konflik dengan anjing lain yang mengklaim area tersebut.

    Tingkat bahaya : Hampir nol dari aspek teritorial, namun tetap hati-hati jika anjing memiliki riwayat agresi terhadap orang asing di mana pun.

Catatan Penting
· Sosialisasi dan jenis anjing sangat berpengaruh . Anjing yang terbiasa berjalan-jalan di Ring 4 & 5 akan lebih toleran.

Sebaliknya, anjing yang selalu dikurung di Ring 1–3 dapat mengumpulkan agresi begitu keluar ke zona yang “asing” —bahkan lebih berbahaya karena didorong oleh ketakutan.

· Kepemilikan bersama : Di Ring 4 & 5, anjing yang dibebaskan tanpa pengawasan sering menjadi masalah sosial karena dapat mengganggu orang lain yang tidak mengakui klaim teritorialnya.
· Secara kondisional , kebanyakan anjing tidak akan mempertahankan area hingga Ring 4 atau Ring 5 kecuali dibor secara khusus sebagai anjing patroli militer atau komunal.


Kesimpulan
Penerapan batasan teritorial anjing hingga Ring 2 (rumah dan halaman tertutup) merupakan solusi paling harmonis.

Pendekatan ini melindungi kesejahteraan anjing, menjaga kenyamanan pemiliknya, serta menghormati ketentraman tetangga.

 Lingkungan yang seimbang akan menghasilkan mental anjing yang sehat, pemilik yang tenang, dan komunitas yang rukun.

Oleh: Priono Subardan, dikutip dari k9DeWa.blogspot.com

Jumat, 08 Mei 2026

Jangan Sepelekan! Kebiasaan Kecil Ini Bisa Mengubah Anjing Jadi "Teroris" Rumah


InfoMedokanAyu - Sering terjadi, anjing di rumah selalu heboh. Melihat apa pun di luar pagar — seperti kucing atau hewan lain — menggonggong berulang kali, yang dapat mengganggu tetangga dan pemilik rumah sendiri.

Hal itu itu terjadi pula di salah satu kawasan Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya sebagaimana disampaikan warga, dengan mempertanyakan hal itu kenapa?

Menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pengalaman praktis, perilaku ini sebenarnya merupakan bentuk pemahaman yang dipelajari dari pemiliknya. 

Anjing akan meniru apa yang pernah ia lihat dilakukan pemiliknya, misalnya mengusir hewan lain di luar pagar. Karena tidak bisa menyerang (terhalang pagar), si anjing menyampaikan instingnya dengan menggonggong berulang-ulang.

Anjing melakukan ini berdasarkan pengamatan langsung terhadap pemiliknya. Baginya, tindakan pemilik adalah contoh yang harus diikuti — termasuk perilaku agresif terhadap hewan lain — bahkan tanpa hasutan dari pemilik saat itu.

Risiko yang Ditimbulkan
Risikonya bukan hanya “bisa terjadi di lain waktu”, tetapi cenderung akan terjadi dan bahkan intensitasnya meningkat. 

Seekor anjing yang pernah melihat pemiliknya mengusir hewan lain di suatu tempat akan menganggap lokasi tersebut sebagai "medan perang" yang wajib ia jaga sendiri di kemudian hari.

Oleh karena itu, sangat bijaksana untuk tidak membiarkan anjing menjadi saksi atau peserta dalam tindakan mengusir hewan.

Hal itu berisiko besar yang tanpa disadari seperti memberikan contoh pada anjing, antara lain:

Memperkuat perburuan dan teritorial
Dengan mengusir kucing di depan anjing, tanpa disadari, itu memberi "contoh" bahwa hewan asing tersebut adalah ancaman atau target. 

Anjing akan berasumsi bahwa tindakannya (menggonggong, mengejar) adalah perilaku yang diinginkan dan bahkan diperlukan.

Bentuknya memori jangka panjang
Anjing memiliki ingatan asosiatif yang kuat. Ia akan mengingat:
   · Lokasi kejadian (depan rumah)
   · Konteks (saat kucing atau hewan lain lewat)
   · Peran Pemilik/ Anggota Keluarga (Anda yang memulai agresi)

Bertolak pada kejadian itu, kali lain saat pemiliknya mengajak berjalan-jalan atau dia melihat dari jendela, dia akan langsung waspada di titik yang sama.

Berperilaku lebih agresif
Awalnya mungkin hanya menggonggong. Namun setelah "berhasil" mengusir bersama pemiliknya, ia dapat berasumsi bahwa pendekatan yang lebih keras (mengejar, menerkam, menggigit) diperlukan untuk mengusir hewan lain berikutnya.

Risiko agresi yang dialihkan (agresi alih)
Jika di lain waktu target hewan tidak ada, tetapi anjing sudah dalam kondisi terpancing (adrenalin naik), ia bisa melampiaskan agresi ke hal-hal terdekat — termasuk Anda, anggota keluarga lain, atau hewan lain di rumah.

Stres
Anjing yang sering melihat “musuh” (kucing, tupai, ayam tetangga) terdorong untuk terus waspada. 

Hal ini meningkatkan kadar hormon stres (kortisol), yang bisa memicu masalah kesehatan (gangguan pencernaan, kulit, penurunan imunitas) dan masalah perilaku lainnya (rewel, destruktif).

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk meminimalkan risiko?
· Jangan menjadikan anjing sebagai "alat pengusir".
   
Jika ada hewan lepas bebas di depan rumah, lebih baik suruh anjing masuk atau tinggal di tempat aman, lalu pemilik atau anggota keluarga sendiri yang mengusir hewan tersebut dengan cara tidak agresif (misal: menyemprotkan udara, menggenggam tangan dari jauh).

· Latih perintah "diam" dan "tinggal".
Anjing penjaga tetap boleh menjaga dengan menggonggong 1–2 kali sebagai tanda, tetapi pemiliknya harus mampu menenangkannya.

· Beri pengalihan positif
Jika ia berhasil diam saat melihat kucing lewat di depan rumah (tanpa Anda suruh mengusir), beri hadiah camilan dan pujian. Ini membentuk asosiasi baru: “Tenang = enak.”

· Gunakan pagar dan batasan visual
Jika memungkinkan, buat pagar depan yang rapat atau tanam tanaman pembatas sehingga interaksi visual antara anjing dan hewan luar menjadi minimal.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, pemilik dapat mengurangi kebiasaan menggonggong berlebihan pada anjing sekaligus menjaga ketenangan lingkungan rumah dan hubungan baik dengan tetangga.

Oleh: Priono Subardan

Rabu, 06 Mei 2026

Sambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Musala Ar-Rifai Adakan Kajian Manajemen Kurban

Ustadz M. Heru Abdur Ro'ufur Rochim - Pemateri Fiqih Kurban menguraikan kajiannya. Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA

InfoMedokanAyu - Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Musala Ar-Rifai mengadakan Kajian Manajemen Kurban di Jl. Medokan Kampung No. 23, Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya pada Selasa, 5 Mei, mulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan ini sebagai upaya agar kegiatan ibadah kurban di musala mendatang dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan syariat agama Islam.


Kajian itu diberikan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya.

Materi yang dibahas:
1. Fikih Kurban
2. Pengenalan pisau dan asah bila
3. Handling (Penanganan Hewan)
4. Teknik menyembelih

Sekitar 50 peserta dengan seksama memperhatikan uraian. Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA

Pengurus musala berharap dengan adanya kegiatan tersebut, proses ibadah kurban nanti dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan syariat agama Islam.

Sebagian peserta kajian menyimak dari teras musala. Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA

Acara itu dihadiri sekitar 50 orang.
Ketua Takmir Musala Ar-Rifai: H. Sunarto.

Menurut Achmad Sobirin, Ketua RT 01 RW 02 yang juga anggota Juleha, kerja sama ini erat kaitannya dengan bulan bakti bagi Juleha menyambut Iduladha tahun 1447 H.

Pada bulan bakti ini, Juleha melaksanakan kajian kurban hampir setiap hari Sabtu dan Minggu keliling di masjid atau musala di kota Surabaya.


Kegiatan yang lebih besar akan mengadakan kajian manajemen kurban di Masjid Al-Akbar, Jl. Masjid Al-Akbar Timur No. 1, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233, pada Minggu, 10 Mei 2026.

"Dalam kajian ini yang bisa diambil: pahami hukumnya, kuasai tekniknya, dan amalkan ilmunya," katanya mengingatkan.

Ustadz Lukman Arif Hakim pemateri teknik sembelih. Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA

Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA

Ustadz H. Yulianto (kemeja putih) tentang perobohan hewan kurban. Foto: Didik Tri Winarno

Ketua Takmir H. Sunarto (kiri) menerima cinderamata (pisau Sembelih) dari JULEHA kota Surabaya. 
Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA

Harus Diperhatikan
Kajian ini sangat penting mengingat ada hal-hal yang harus diperhatikan:

1. Mematuhi syariat Islam – Memastikan penyembelihan sesuai ketentuan agama: hewan halal, menyebut nama Allah, menghadap kiblat, serta memutuskan saluran makanan, minuman, dan dua urat leher (tiga saluran) dengan pisau tajam.

2. Menjaga kehalalan dan kualitas daging – Penyembelihan yang benar membuat darah keluar sempurna (tidak beku), daging lebih bersih, tahan lama, dan halal dikonsumsi.

3. Menghindari azab pada hewan – Melarang penyiksaan hewan; pelatihan mengajarkan cara yang paling tidak menyakitkan (tidak menumpulkan pisau, tidak menyembelih di depan hewan lain, tidak menarik urat leher sebelum putus).

4. Keselamatan petugas dan kebersihan – Teknik memegang hewan dengan benar, posisi aman, serta menjaga alat dan tempat tetap steril (mencegah kontaminasi silang).

5. Ibadah yang sempurna – Pelatihan membuat proses kurban tidak sekadar ritual, tetapi bernilai ibadah yang diterima, karena niat ikhlas dipadu dengan amal teknis yang benar (sesuai hadis: "Allah mewajibkan ihsan dalam segala hal; jika kalian menyembelih, perbaikilah sembelihan").

Ramah tamah. Foto: Ustadz Nugroho Adi-JULEHA

Jadi, pelatihan penyembelihan bukan sekadar teknis, tetapi bagian dari menjaga hak Allah (ketaatan), hak hewan (kesejahteraan), serta hak penerima daging (kesehatan).

- InfoMedokanAyu


Selasa, 05 Mei 2026

Menjaga Nyaman Bersama di Medokan Ayu: Masalah Pintu dan Anjing Lepas Bebas Solusi Sederhana dari Kita


InfoMedokanAyu - Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya – lingkungan yang hangat, mayoritas muslim, dan penuh kebersamaan. Tapi akhir-akhir ini, ada dua kebiasaan kecil yang tanpa sadar mulai mengganggu kenyamanan warga: pintu yang sering dibiarkan terbuka dan anjing peliharaan lalu lepas bebas di jalanan.

Itu terjadi di salah satu kawasan Medokan Ayu, yang lalu warga mengabari penulis, yang juga aktif di InfoMedokanAyu.

Kaget juga. Hal itu tentu erat kaitannya dengan tulisan-tulisan dibuatnya di Medsos seperti yang berjudul Wajib Tahu! Risiko dan Aturan Hukum Membiarkan Anjing Tanpa Tali di Jalanan: Dari Perda hingga KUHP "



Bukan maksud mencari kesalahan, mari kita lihat sebagai pengingat bersama. Karena nyaman itu bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk semua tetangga di sekitar.

Lupa Menutup Pintu, Bisa Berdampak Besar
Mungkin kita berpikir, "Ah, hanya sebentar, tidak apa-apa." Tapi pintu yang terbuka – baik rumah maupun pagar – tanpa sadar bisa menimbulkan rasa kurang aman bagi warga lain. Apalagi jika ada anak kecil yang lewat, atau orang asing yang masuk tanpa diketahui.

Menutup pintu bukan hanya menjaga keselamatan rumah kita, tapi juga memberikan ketenangan bagi lingkungan. Tetangga jadi tidak waswas, dan rasa saling jaga pun tumbuh.

Anjing Lepas: Bukan Soal Benci, Tapi Soal Hak Rasa Nyaman
Kita sadar, tidak semua warga memelihara anjing. Tapi yang perlu kita pahami bersama: tidak semua warga juga nyaman dengan anjing yang berkeliaran bebas.

Ada yang punya pengalaman buruk masa kecil, ada yang benar-benar fobia karena tidak pernah akrab dengan anjing sejak kecil. Dan di lingkungan mayoritas muslim, secara kultural pula memang anjing tidak terbiasa dilepas di area publik.

Ini bukan masalah "suka atau tidak suka", melainkan masalah hak setiap warga untuk merasa aman di jalannya sendiri.

Ketika anjing lepas tanpa pengawasan, warga yang takut jadi enggan keluar rumah. Anak-anak jadi waswas bermain di halaman. Ibu-ibu yang mau ke warung jadi pilih memutar jalan.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Solusinya sederhana, dan sangat mungkin dilakukan bersama:
· Pastikan pintu dan pagar selalu tertutup – terutama jika di dalam rumah ada anjing peliharaan. Jangan menggantungkan pada "mudah-mudahan kabur".

· Jika memelihara anjing, jangan dilepas bebas di jalan. Gunakan tali atau kandang, dan pastikan pagar rumah tidak bisa diterobos anjing.

· Saling mengingatkan dengan cara yang baik. Bukan dengan protes keras, tapi tegur sapa yang santun: "Maaf, ya, Pintunya terbuka tadi, agak bikin kaget tetangga."

· Bagi yang takut, tidak perlu malu menyampaikan. Sampaikan ke RT/RW atau langsung ke pemilik dengan sopan. Komunikasi lebih baik daripada diam dan kesal sendiri.

Medokan Ayu untuk Semua
Kita semua ingin lingkungan yang adem, rukun, dan nyaman. Masalah pintu terbuka dan anjing lepas bukan hal besar jika kita mau sama-sama sadar.

Tidak perlu saling menyalahkan. Cukup perbaiki kebiasaan kecil, dan rasakan perubahannya.

Mari jaga lingkungan kita. Karena rumah yang nyaman dimulai dari tetangga yang saling peduli.

oleh Priono Subardan - warga Medokan Ayu

#Medokan Ayu
#Rungkut
#Surabaya
#Kenyamanan lingkungan
#Ketertiban umum
#Anjing peliharaan
#Keamanan lingkungan
#Hidup rukun
#Etika bertetangga
#Warga Muslim
#Medokan Ayu
#Kenyamanan bersama
#Anjing lepas
#Keamanan lingkungan
#Hidup rukun

Dukacita, Bapak Hermawan Adi Prasetyo (51) Meninggal Dunia, Senin 4 Mei 2026, sekitar Pk. 02.00 WIB

 

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

Warga RW09 Medayu Utara RT03 RW09  — Medokan Ayu 


HERMAWAN ADI PRASETYO 

Lahir : Surabaya, 30 Juli 1975

Memenuhi panggilanNYA di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, sekitar Pk 02.00 WIB.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua putri.

Jenazah diberangkatkan ke rumah duka Surabaya dan sampai tujuan sekitar pk. 16.00 WIB.

Rumah duka/ Rumah Orang Tua Bapak H. Subagiyo - Ibu Hj. Istu Ningati
Jl. Medayu Utara III/ 47, RT03 RW09 — Medokan Ayu.

PEMAKAMAN
Makam Medayu Utara — Medokan Ayu.
(Sekitar Pk.17.00)

Semoga Almarhum husnul khotimah dan diterima semua amal ibadahnya serta diampuni segala dosanya oleh Allah SWT.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.
Aamiin ya rabbal alamin

Di rumah duka

Persiapkan mengantar jenazah ke pemakaman, disholatkan dulu di Masjid setempat At-Taqwa.



Di masjid At-Taqwa


Menuju Makam


Ketua RW09 Agus Suwardi dan Ketua RW03






 
Redaksi. 
Terima kasih kepada segenap warga peduli, memberikan info, juga mengirimkan foto di rumah duka maupun di pemakaman ke media komunitas warga InfoMedokanAyu

Terutama terima kasih disampaikan kepada Bapak Agus Suwardi - Ketua RW09, Didik Tri Winarno - Wakil ketua RW02 - dan Ibu Puji, serta Ibu Eva - KSH RW09

Info menumbuhkan rasa persaudaraan dan membangun kawasan bisa klik disini Info Masukan