Minggu, 19 April 2026

Malam Silaturahmi Istimewa, Halal Bihalal RT01 RW10 Dihadiri Lurah dan Dimeriahkan Band Komunitas Mata Hati

Berlesehan. Lurah Medokan Ayu
 Zainul Abidin, S.Sos., (kanan), didampingi Kasie Kesra Muhammad Arsadhani, S. Kep. M.M. (tengah) dan Ketua RW10 Oky menyatu bersama warga berlesehan.

InfoMedokanAyu – Suasana haru sekaligus meriah mewarnai acara Halal Bihalal warga RT01 RW10 Griya Pesona Asri - Medokan Ayu pada Sabtu malam (18/4), mulai sekitar Pk. 20.00 WIB. 

InfoMedokanAyu menyajikan info acara ini atas peran aktif kepedulian warga setempat. (Antara lain pak Besar, pak Ibnu, pak Hanafi, pak Hendik, pak Heru prabowo, pak Rochmat, pak Onang).


Bertempat di Balai RT setempat usai sholat Isya, kegiatan yang awalnya dirancang sebagai ajang silaturahmi dan kuliner bersama ini semakin istimewa dengan kehadiran pejabat kelurahan serta hiburan dari band dengan personil istimewa.

Acara yang berlangsung hangat ini turut dihadiri oleh Lurah Medokan Ayu, Bapak Zainul Abidin, S.Sos., serta Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan, Bapak Muhammad Arsadhani, S. Kep. M.M.

Kehadiran kedua tokoh tersebut disambut antusias oleh warga sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah kelurahan terhadap kegiatan warga berbasis kerukunan.

Panitia

Ketua panitia, Bu Christina Fety (Bu Heru) menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas perhatian dari kelurahan. "Kami sangat terhormat dan berterima kasih. Kehadiran Pak Lurah dan Pak Kesra semakin memotivasi kami untuk terus hidup rukun dan berkegiatan positif," ujarnya.

Acara dipandu oleh Mr. Bobby selaku MC yang lincah, didampingi Wakil Ketua panitia Bapak Fahmi yang turut mengawal jalannya kegiatan.

Hiburan Menginspirasi dari Band KMH
Yang membuat malam itu benar-benar tak terlupakan adalah penampilan spesial dari Band KMH (Komunitas Mata Hati). Uniknya, seluruh personil band ini adalah musisi tunanetra (buta). 

Meskipun tidak dapat melihat, mereka membawakan lagu-lagu dengan harmoni yang sangat rapi, penuh penghayatan, dan energi panggung yang luar biasa.

Dari kiri : Ketua RT01 RW10 Ibnu Hajar, beserta istri, Ketua Tim Penggerak PKK Kel. Medokan Ayu Nur Anisah, S.Pd., Lurah Medokan Ayu Zainul Abidin, S.Sos., Kasie Kesra Muhammad Arsadhani, S. Kep. M.M.

Alunan musik dan suara merdu dari Band KMH seketika mengubah Balai RT menjadi panggung megah. 

Warga yang hadir, dari anak-anak hingga lansia, ikut bernyanyi bersama, berjoget, dan tak sedikit yang terharu melihat semangat para personil. 

"Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan memberi kebahagiaan bagi orang lain," ujar salah satu personil Band KMH di sela penampilan.

Kuliner Legendaris dan Souvenir
Di sela-sela hiburan, warga tetap dimanjakan dengan aneka hidangan legendaris yang sengaja didatangkan panitia:
· Lontong Kikil dari Sepanjang, Sidoarjo

· Bakso Cak War dari Manyar, Surabaya

· Batagor dari Puri Mas, Rungkut

· Bakmi Goreng spesial

Tersedia pula es puter, potongan buah segar, aneka camilan, dan setiap warga mendapatkan souvenir kenang-kenangan dari panitia.

Apresiasi dari Lurah Medokan Ayu
Dalam sambutannya, Lurah Zainul Abidin, S.Sos. mengapresiasi inisiatif warga RT01 RW10 yang mampu menggelar acara Halal Bihalal yang tidak hanya meriah tetapi juga inspiratif.

"Ini luar biasa. Saya melihat kekompakan warga, sajian kuliner khas, dan hiburan dari teman-teman Komunitas Mata Hati yang sungguh menginspirasi. Semoga semangat seperti ini terus hidup di Griya Pesona Asri," ujar Pak Lurah.

Sementara itu, Kasi Kesra yang akrab dengan panggilan pak Dhany juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan program kelurahan dalam memperkuat ketahanan sosial dan kebersamaan warga.

Penutup yang Haru dan Hangat
Acara yang berlangsung hingga larut malam itu ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan sesi foto bersama antara warga, pejabat kelurahan, serta personil Band KMH. 

Suasana penuh kehangatan, tawa, dan haru menjadi penutup sempurna malam Halal Bihalal tahun ini.

Bapak Fahmi selaku wakil ketua panitia berharap, "Semoga acara seperti ini bisa terus berlanjut setiap tahun dan semakin mempererat tali persaudaraan warga RT01 RW10, juga dengan seluruh elemen di Medokan Ayu." (red).


Sabtu, 18 April 2026

Warga RT04 RW08 Medokan Asri Utara Jenguk Anggota yang Dirawat di Rumah Sakit, Doakan Kesembuhan

Sebagian warga RT04 RW08 Medokan Asri Utata menjenguk Ny. Rahman di RS Gotong Royong. Masuk ICU Rabu, dan Kamis sudah pindah ke ruang Perawatan

InfoMedokanAyu – Rasa kekeluargaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh warga RT04 RW08 Medokan Asri Utara. Sejumlah perwakilan warga melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Gotong Royong untuk menjenguk salah satu warga mereka, Ny. Rachman, yang saat ini tengah menjalani perawatan akibat gejala stroke.

Kunjungan yang berlangsung pada hari ini sekitar pukul 16.00 WIB bersama koordinator KSH RW08 Lia Puspa Dewi, yang juga tetangga satu RT, bersama dengan sejumlah warga lainnya.

Rombongan tiba di rumah sakit dan disambut oleh Bapak Rachman serta putrinya, yang tampak terharu atas perhatian yang diberikan. 

Dalam suasana penuh keakraban, mereka menyempatkan diri untuk berbincang sejenak dengan pasien dan keluarga, memberikan semangat, serta mendoakan kesembuhan.

Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan moral agar Ny. Rachman tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian kesehatan yang sedang dialaminya.

“Kami warga RT04 RW08 mendoakan semoga Ibu Rachman segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan. Semoga cepat pulih dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan warga di lingkungan RT,” ujar Lia Puspa Dewi.

Ny. Lia Puspa Dewi (paling kiri),  Bapak Rachman (paling kanan), sang putri yang turut mendampingi jaga di RS.

Keluarga pasien mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kunjungan dari warga RT04 RW08. Mereka mengaku sangat terenyuh dan merasa terhibur dengan kepedulian yang ditunjukkan.

“Doa dan dukungan dari tetangga adalah obat yang sangat berharga bagi kami,” ucap Bapak Heru, tetangga yang rumahnya berseberangan dengan Bapak Rachman ketika ditemui usai salat Mahgrib di Masjid Asasul Amal.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi pasien yang akrab disapa Bu Lies tersebut dilaporkan menunjukkan perkembangan positif. Ia sudah dipindahkan ke ruang perawatan umum dan masih terus dalam pemantauan tim medis.

Warga RT04 RW08 berharap agar pasien segera pulih total dan dapat beraktivitas normal kembali bersama keluarga dan tetangga. 

Ucapan dari Redaksi InfoMedokanAyu

Redaksi InfoMedokanAyu turut prihatin mendengar kondisi Ibu Lies (Ny. Rachman)yang sedang menjalani perawatan akibat gejala stroke. Kami menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk kesembuhan beliau.

Semoga Ibu Lies segera dipulihkan kesehatannya, diberikan kekuatan lahir dan batin, serta ketabahan bagi seluruh keluarga yang mendampingi.

Ibu Lies pernah sebagai ketua PKK, ketika Bapak Rachman sebagai ketua RW08 Medokan Asri Utara. Di eranya, sempat berjuang menyelamatkan fasum yang sempat hendak diserobot oknum.

Kami juga mengapresiasi kepedulian luar biasa dari warga RT04 RW08 Medokan Asri Utara. Solidaritas seperti inilah yang membuat lingkungan terasa hangat dan penuh makna. Semoga kebaikan dan rasa kekeluargaan ini terus tumbuh di antara kita semua.

Tetap semangat, Bu Lies! Seluruh warga Medokan Asri Utara mendoakan yang terbaik untuk kesembuhan ibu. Kami tunggu kembali dengan senyum dan kebersamaan di lingkungan kita tercinta.

— Redaksi InfoMedokanAyu


---


Perbaikan yang dilakukan:


· Penyusunan ulang alur berita agar lebih runtut.

· Perbaikan tanda baca, huruf kapital, dan ejaan (misal: PK. 16.00 WIB menjadi pukul 16.00 WIB).

· Penambahan transisi agar antarkalimat tidak terputus.

· Penghalusan kalimat seperti pada pernyataan Bapak Heru agar lebih jelas konteksnya.

· Konsistensi penyebutan nama (Ny. Rahman – Bu Lies).

Jumat, 17 April 2026

Dulu Takut Hitam, Kini Takut Putih: Saat Matahari Ganti Fitur Jadi "Mode Uban"


InfoCanda – Alam memang suka bercanda. Dulu takut hitam kalau tersengat matahari, sekarang malah takut putih.

Bukan putih cantik artis Korea, tapi putihnya rambut. Iya, uban. Demikian analisa canda ala Sersan (Serius tapi Yo Santai) dari InfoMedokanAyu.

Fenomena ini riil terjadi di Medokan Ayu. Kini, bisa diperhatikan sebagian besar kaum lansia menutupi rambutnya. 

Modal utamanya: topi. Bukan topi edisi "biar keren kayak koboi", tapi topi darurat biar sinar matahari gak punya celah.

Jangan bayangkan ini gerakan serentak para ketua RT/RW yang kemudian ditiru warga. Bukan. Ini gerakan spontan sebagian besar dengan "penuh kesadaran". 

Bahkan Pak Lurah yang alumni SMA Negeri 5 pun ikut serta—meskipun tanpa topi, tetap ganteng.

H. Ahmad Nawawi tokoh Medokan Ayu yang bila keluar pagar tak perlu lupa dengan topi kebesaran ini.

Menurut H. Ahmad Nawawi, tokoh kawasan yang juga komentator dadakan, semua ini bagian dari eksyen. "Itu acting," ujarnya sambil terbahak-bahak, "mereka pura-pura gaya kayak artis, padahal cuma mau sembunyiin uban."


Sementara kaum muda yang doyan drakor dan film tren kekinian, ikut-ikutan pakai topi juga. Bedanya, mereka pakai topi biar mirip opa. Lansia pakai topi biar gak mirip mbah-mbah.

Didik Tri Winarno, yang dalam bahasa canda dikenal sosok Geslok. Topi tak pernah lupa

Analisa receh tapi didukung data lapangan (lisan dari warung kopi):
Memang benar, tren lansia bertopi sedang meningkat. Tapi tenang, buat yang masih muda, rambut putih karena matahari itu prosesnya lama banget. Kayak loading file 10 GB pake sinyal 3G.

Kecuali kamu masih muda—apalagi anak magang yang gajinya cuma cukup buat beli topi—rambut putihmu bukan karena matahari. Itu karena stres lihat gaji UMR yang gak pernah naik, ditambah deadline kerja kayak zombie yang gak mati-mati. 

Dulu: Sibuk pakai sunscreen SPF 50 biar gak item kayak abis gosipin tetangga seharian di depan rumah.

Sosok Malik (tengah) warga RW12, yang sempat viral. Lupa arah jalan pulang, namun tak pernah lupa tentang topi favorit nya.

Sekarang: Zona bahaya bergeser! Sinar matahari kayak dapat update fitur terbaru: dari Sunburn Mode menjadi Premature Gray Hair Mode.

Uji Siswanto salah satu staf kelurahan yang kian percaya diri bila bertopi.

Coba perhatikan bukti ilmiah ala-ala versi InfoCanda di lapangan:

· Lansia pakai topi → Bukan biar kelihatan kayak detektif Korea yang lagi nyari tersangka. Tapi takut rambutnya yang tersisa (maksimal 20 helai) berubah dari putih jadi super putih. Nanti dikira pocong metal, apalagi kalau malem-malem lewat.

· Lansia berhijab → Bukan cuma buat nutupin uban. Tapi biar sinar matahari gak punya akses buat nge-highlight rambut putih mereka jadi makin kinclong kayak lampu LED.

· Lansia berpayung → Padahal cuma jalan 5 meter ke warung buat beli gula. Payung dibawa kayak mau adu pedang cahaya sama matahari. Dialog internalnya: "Awas kau, Sinar! Jangan coba-coba mutihin rambutku yang tinggal tiga helai ini!" 🤭🤭 (Red)


---


Kesimpulan ala kadarnya:

Jangan salahkan matahari. Salahkan gaya hidup, stres, dan gaji magang. Tapi kalau ubanmu sudah muncul di usia 25 tahun, selamat—kamu resmi jadi lansia kehormatan. Beli topi sekarang juga.

Kamis, 16 April 2026

Ketika Bangau "Beralih Profesi" Menjadi Pemburu Ikan Hias di Kolam Warga Medokan Ayu

Dengan kolam berpengaman kawat ayam, si kecil pun saban hari bisa bertemu ikan hiasnya dan memberikan makan sang ikan.

InfoMedokanAyu - Kolam hias, kolam dekoratif, atau water feature—seperti kolam taman yang dilengkapi air mancur—di kawasan Medokan Ayu ternyata kini membutuhkan perlindungan ekstra. Pasalnya, keindahan kolam tersebut kerap terganggu oleh predator alami: bangau. Tanpa pengaman, ikan-ikan hias di dalamnya berisiko habis disantap burung pemakan ikan ini.

Penemuan Tak Sengaja
Warga RW 08 Medokan Asri Utara mendapati bahwa pelaku di balik lenyapnya ikan dari dua kolam hias di lingkungan mereka adalah bangau. Lokasi kolam berada di salah satu rumah pojok dengan luas lebih dari 200 meter persegi.

Penemuan ini terjadi secara tidak sengaja. Setelah berkali-kali menebar ulang ikan hias karena terus menghilang, warga akhirnya melihat langsung aksi bangau yang menceburkan diri ke kolam dan menyantap ikan tersebut. 

Sebagai langkah antisipasi, warga pun memasang kawat ayam di sekitar kolam untuk mengamankan ikan dari serangan bangau.


Konfirmasi Ketua RW
Ketua RW 08 Medokan Asri Utara, Dodik Widodo, membenarkan kejadian tersebut. Saat diberi informasi mengenai temuan bangau di wilayahnya, beliau mengaku kerap melihat seekor bangau dengan bulu hitam putih—meski tidak mengetahui nama spesiesnya—berada di sekitar rumahnya.

"Bahkan si blekok (sebutan bangau dalam bahasa Jawa) dengan warna itu sering datang ke rumah saya juga. Tapi bukan untuk mengambil ikan, kebetulan saya tidak punya kolam hias," ujar Dodik sambil tersenyum.

Menurutnya, burung tersebut lebih sering terlihat bertengger di saluran drainase depan rumahnya. "Drainase di depan rumah saya cukup bersih. Ikan sekecil apa pun yang berenang di sana terlihat jelas, dan bangau itu kadang turun untuk mengambil ikan," jelasnya.

Alih-alih mengusir, Dodik justru berusaha tidak mengejutkan burung tersebut. "Saat melihat bangau di depan rumah, saya berusaha agar dia kerasan. Dia tidak lari meskipun mobil saya datang. Tapi dia tidak datang setiap hari—saya tidak tahu jadwal  kunjungannya ke rumah saya diatur setiap hari atau tidak," katanya sambil tertawa.

Kawat pengaman lebih tampak

Burung pun Bersaing 
Kemunculan burung tambak seperti bangau di permukiman sebenarnya wajar. Kawasan Medokan Ayu dahulu merupakan areal tambak yang luas. Namun kini, bangau justru kesulitan mencari makan karena perubahan fungsi lahan yang besar-besaran.

Di Pantai Timur Surabaya, termasuk Medokan Ayu, terjadi perubahan signifikan dari lahan basah tambak menjadi pemukiman padat. Kondisi ini sangat memengaruhi struktur komunitas burung air. Beberapa perubahan yang terjadi antara lain:
· Tambak tidak produktif: Sejak 2017, banyak lahan tambak di Medokan Ayu ditetapkan sebagai kawasan konservasi sehingga tidak bisa dikelola optimal untuk bisnis perikanan. Akibatnya, banyak tambak dibiarkan kosong atau hanya berisi ikan kecil karena tidak terawat.

· Beralih fungsi jadi pemukiman: Lahan tambak kini banyak berubah menjadi kawasan perumahan dan fasilitas umum. Saat kolam atau rawa berubah menjadi bangunan, habitat alami bangau otomatis hilang.

· Persaingan lebih ketat: Studi pada 2012–2013 di Medokan Ayu Tambak mencatat ada 10 spesies burung air yang hidup berdampingan. Dengan semakin sempitnya lahan basah, persaingan antarburung untuk mencari ikan pun pasti lebih sengit.


Alih Profesi: ke Kolam Rumah
Karena sumber makanan alami di tambak semakin sulit didapat, bangau pun "beralih profesi" mencari mangsa di lingkungan pemukiman warga. 

Kolam ikan hias atau kolam lele di belakang rumah menjadi semacam "restoran darurat" yang mudah dijangkau.

Menjaga Keseimbangan, Bukan Mengusir
Meskipun kehadiran bangau bisa dianggap mengganggu saat mengambil ikan dari kolam pemukiman, sebenarnya burung ini "bekerja gratis" menjaga keseimbangan alam. 

Bangau memiliki banyak manfaat ekologis dan ekonomis bagi manusia, antara lain:

Pengendali hama alami – Bangau memangsa ikan-ikan kecil, serangga air, kodok, hingga tikus sawah. Di area persawahan, kehadirannya membantu mengurangi hama tanpa pestisida kimia.

Indikator kesehatan lingkungan – Bangau hanya hidup di ekosistem perairan yang bersih dan kaya mangsa. Populasi yang menurun bisa menjadi pertanda pencemaran air atau kerusakan habitat.


Menjaga keseimbangan rantai makanan – Dengan memakan ikan kecil atau lemah, bangau mencegah ledakan populasi ikan yang bisa merusak ekosistem.

Nilai ekonomi dan wisata – Di beberapa daerah, bangau menjadi daya tarik ekowisata, fotografi, dan budaya lokal.

Pupuk alami – Kotoran bangau (guano) yang kaya nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dalam skala terbatas.

PARA BOCAH HERAN DAN SENANG
Dengan adanya bangau itu membuat heboh sebagian bocah yang heran sekaligus senang melihatnya di kabel listrik:

"Wah, lihat tuh, bangau! Kok bisa ya dia duduk di kabeh listrik sendirian, gak jatuh? Keren banget, kayak lagi naik tali sirkus!"

"Asyik, ada bangau! Tapi heran, sendiri gitu di kabel, teman-temannya mana ya? Hebat juga sih, seimbang banget, aku jadi senang lihatnya!"

Ada pula yang memberi saran kepada si bangau :
"Hah? Bangau? Di kabel listrik? Kok gak kesetrum? ... Tapi bagus banget liatnya, kayak patung hidup, aku jadi seneng!"

"Wah, keren! Bangaunya sendirian kayak lagi joget di atas tali. Heran aku, kok dia bisa diam gitu ya? Awas jatuh lho, eh tapi dia hebat!", komentar teman yang lain

"Huwaa, ada bangau putih! Kok cuma satu sih? Sedih ya sendirian ... eh tapi lucu juga dia kayak lagi pura-pura jadi tukang listrik. Aku jadi gemas!"

Ada pula yang malah memanggil Sang Mama:
"Wah, lihat tuh! Bangau nangkring di kabel kayak bebek di pagar. Heran, kok kabelnya gak melendot? Seneng deh, jadi pengen gambar!"

"Lho, kok bangau bisa ya? Aku kira cuma burung gereja. Keren banget, sendiri pula. Kayak lagi konser sendirian. Asyik banget lihatnya!"

Ungkapan bocah itu makin menarik untuk disimak, di antaranya malah mengira ayam aneh, lalu heran dan senang setelah menyadari itu bangau:

"Lho, kok ada ayam putih kurus banget di kabel? Aneh banget, ayam kok bisa terbang dan duduk di kabel? ... Eh, bukan ayam, itu bangau! Wah keren, aku seneng lihatnya!"

"Ma, lihat tuh! Ayam apaan sih kakinya panjang kayak stik? Kok di kabel listrik? Heran, ayam kok gak jatuh? ... Ooh itu bangau, bukan ayam. Bagus banget, jadi suka!"

"Hah? Ayam aneh warnanya putih hitam, lehernya panjang lagi. Kok bisa sih naik kabel? Ayam mah di kandang ... Eh, ternyata bangau! Asyik, baru pertama kali liat!"

"Weh, ada ayam kesasar! ... Eh bentar, ayam kok di kabel? Ayam kok sendirian? Aneh banget, kayaknya bukan ayam deh. Ih, itu bangau! Seneng aku, jadi pingin kasih makan ikan!"

"Maafkan aku, aku kira tadi ayam kampung aneh yang bisa terbang. Ternyata bangau, hebat banget dia seimbang di kabel sendiri. Keren, aku jadi heran sekaligus senang!"


Kesimpulan
Jika ingin kolam tetap aman, cukup lindungi dengan jaring atau tanaman air, bukan dengan mengusir atau membunuh bangau. 

Dengan cara itu, kita tetap bisa menikmati manfaat ekologis dari kehadiran bangau tanpa dirugikan. (red)

Rabu, 15 April 2026

Ledakan Besar Mengintai, Jauhi Bakar Sampah di Atas Jaringan Gas!


InfoMedokanAyu - Membakar sampah di atas berm (timbunan tanah) yang di bawahnya terdapat saluran gas bukanlah tindakan sepele. Risiko yang ditimbulkan sangat tinggi, mulai dari kerusakan jaringan pipa, kebocoran gas, hingga bahaya paling fatal: ledakan besar. Aktivasi ini wajib dihindari demi keselamatan bersama.

Kronologi Kejadian:
Mantan Ketua RW08 Medokan Asri Utara–Medokan Ayu, Bapak Rachman, baru-baru ini mendapati adanya warga yang membakar sampah tepat di atas berm yang dilalui saluran gas aktif. 

Prihatin dengan potensi bahaya, beliau segera menemui InfoMedokanAyu untuk mengingatkan seluruh warga agar menghentikan kegiatan berisiko tinggi tersebut.

InfoMedokanAyu mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Rachman. Kepedulian beliau terhadap hal yang sekilas tampak remeh ini justru menyelamatkan banyak pihak dari kemungkinan musibah besar.

Mengapa Ini Sangat Berbahaya?
Berikut rincian risiko yang mengintai jika aktivitas membakar sampah di atas jaringan gas terus dilakukan:

Ledakan dan Kebakaran Besar
Panas dari pembakaran sampah merambat ke dalam tanah, memanaskan dinding saluran gas, dan memicu kebocoran atau peningkatan tekanan gas dalam pipa. 

Begitu gas bocor dan bertemu api dari permukaan, ledakan dahsyat tak terelakkan.

Kerusakan Struktur Pipa Gas
Suhu tinggi dari pembakaran sampah—terutama plastik, karet, atau bahan kimia—dapat melelehkan atau merusak lapisan pelindung pipa. Dalam kasus ekstrem, pipa bisa retak atau pecah total.

Kebocoran Gas Tanpa Disadari
Api yang menyala di permukaan bisa menutupi indikasi kebocoran seperti bau gas khas atau suara desis. Akibatnya, bahaya baru terasa saat gas telah menyebar luas dan akhirnya meledak.

Gangguan Operasional Jaringan Gas
Jika saluran tersebut merupakan pipa distribusi aktif, panas ekstrem dapat memicu katup pengaman terbuka secara tidak normal atau mengganggu sistem pemantauan tekanan di pusat kendali.

Sanksi Hukum
Di banyak wilayah, termasuk Indonesia, membakar sampah di dekat infrastruktur gas tergolong pelanggaran berat terhadap undang-undang keselamatan dan lingkungan. Pelaku dapat dikenakan denda besar hingga hukuman pidana.

Rekomendasi Tegas:
· Jangan sekali-kali membakar sampah di lokasi yang terdapat jaringan gas.
· Segera laporkan ke pengelola jaringan gas setempat atau pemadam kebakaran jika melihat aktivitas membakar di atas saluran gas.
· Gunakan metode pembuangan sampah yang aman, seperti membuang ke TPS resmi, mendaur ulang, atau mengomposkan sampah organik.

Penutup:
Keselamatan warga dan keandalan infrastruktur gas adalah tanggung jawab kita bersama.

Jangan biarkan kelalaian kecil berujung petaka besar. Hentikan bakar sampah di atas jaringan gas, mulai dari sekarang. (Red)


· #LedakanGas
· #BakarSampahBerbahaya
· #KeselamatanWarga
· #JaringanGas
· #InfoMedokanAyu
· #BahayaTersembunyi
· #PipaGas
· #KebakaranDanLedakan
· #LingkunganAman
· #MedokanAsri
· #SafetyFirst

· #StopBakarSampah
· #InfrastrukturGas
· #RWTanggap

Selasa, 14 April 2026

Waspada bagi Pemilik Hewan Berbulu: Risiko Kutu Meningkat akibat Panas dan Tekanan El Nino


InfoMedokanAyu -  Memasuki musim kemarau yang diperparah dengan fenomena El Nino, risiko munculnya kutu pada hewan berbulu secara tidak langsung meningkat. Maka warga Medokan Ayu wajib waspada atas peliharaan hewan berbulu di sekitarnya.

Menurut Priono Subardan Warga Medokan Ayu RW08 Medokan Asri Utara berdasarkan pengalaman pribadi yang bertahun akrab dengan hewan berbulu, saat musim kemarau tiba, kutu mulai bermunculan. Hal ini karena siklus hidup kutu justru berjalan lebih cepat pada suhu yang hangat dan kering.

Apalagi saat ini, di samping musim kemarau, tekanan panas bertambah karena akan berlangsungnya fenomena El Nino.

Sementara di Medokan Ayu sering dijumpai kucing.

Apa itu El Nino?
El Nino adalah fenomena iklim berupa pemanasan suhu muka laut di atas rata-rata normal di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. 

Fenomena ini menyebabkan pergeseran awan konvektif ke timur, memicu kekeringan parah, dan berkurangnya curah hujan.

Oleh karena itu, pemeriksaan terhadap hewan berbulu perlu ditingkatkan, termasuk kucing, kelinci, hamster, musang, hingga landak mini.

Mengapa semua hewan berbulu berisiko sama?

Bulu sebagai tempat persembunyian
Bulu yang lebat dan hangat adalah tempat ideal bagi kutu untuk bersembunyi, bertelur, dan berkembang biak—terutama saat cuaca panas yang mempercepat siklus hidup kutu.

Suhu hangat mempercepat reproduksi kutu
Pada suhu sekitar 25–30°C (yang umum terjadi saat El Nino), telur kutu menetas lebih cepat, larva lebih aktif, dan populasi kutu meledak dalam hitungan minggu.

Hewan rentan terkena kutu dari lingkungan yang sama
Jika satu hewan peliharaan terkena kutu, kutu bisa menyebar ke hewan lain di rumah yang sama melalui karpet, sofa, atau tempat tidur bersama.

⚠️ Perbedaan tingkat risiko antar hewan
Jenis Hewan: Anjing
Tingkat Resiko: Sangat Tinggi 
Catatan: Sering keluar rumah, kontak dengan tanah/rumput.

Jenis Hewan: Kucing luar ruangan
Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
Catatan: Sama seperti anjing, plus bisa membawa kutu masuk rumah.

Jenis Hewan: Kucing dalam ruangan
Tingkat Resiko: Sedang 
Catatan: Risiko tetap ada jika kutu terbawa lewat sepatu/pakaian penghuni rumah.

Jenis Hewan: Kelinci / Hamster 
Tingkat Resiko: Rendah–Sedang 
Catatan: Jika kandang bersih dan tidak kontak langsung dengan luar ruangan, risikonya lebih kecil. Tapi tetap bisa terkena kutu dari jerami/rebon kotor.

Jenis Hewan: Burung (berbulu)
Tingkat Resiko: Rendah
Catatan: Kutu mamaria jarang menyerang burung, tapi ada jenis tungau khusus burung yang juga meningkat di cuaca panas.

💡 Tips perlindungan untuk semua hewan berbulu

· Rutin periksa bulu (terutama sela jari, ketiak, perut, dan sekitar anus).

· Gunakan produk anti-kutu sesuai spesies — JANGAN pernah gunakan obat kutu anjing untuk kucing (bisa beracun/mematikan).

· Bersihkan kandang/tempat tidur dengan air panas setiap minggu.

· Isap debu rumah minimal 2–3 kali seminggu saat musim kemarau.

· Jika memiliki lebih dari satu jenis hewan peliharaan, konsultasikan ke dokter hewan untuk memilih produk anti-kutu yang aman untuk semua spesies tersebut.

📅 Prediksi El Nino 2026
Berdasarkan prediksi terbaru dari BMKG dan lembaga internasional seperti NOAA, kemunculan El Nino diprediksi mulai sekitar pertengahan tahun 2026, yaitu antara bulan Juni dan Agustus 2026.

Timeline prediksi El Nino 2026:
· Saat ini (April 2026) : Kondisi masih netral (tidak El Nino maupun La Nina), namun suhu laut menunjukkan pemanasan.

· Periode transisi (Mei–Juli 2026) : Peluang transisi menuju El Nino dimulai.

· Periode kemunculan (Juni–Agustus 2026) : El Nino diprediksi muncul dan mulai terasa dampaknya.

· Potensi puncak (akhir 2026) : Jika menjadi kuat, puncaknya diperkirakan terjadi antara Oktober–Desember 2026.

⚠️ Persiapan tetap wajib
Prediksi ini memiliki tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi karena sedang terjadi fenomena Spring Predictability Barrier (hambatan prediksi musim semi), di mana akurasi model iklim sedang rendah. Jadwal ini masih dinamis dan akan terus diperbarui oleh BMKG.

Meskipun saat ini (April 2026) masih netral, persiapan tetap wajib. El Nino diperkirakan akan tiba sekitar bulan Juni mendatang dan berlangsung hingga akhir tahun.

Semoga informasi ini membantu dalam merencanakan antisipasi ke depan.(red)

Senin, 13 April 2026

Inovasi Silaturahmi ala KSH RW08 Medokan Asri Utara: Restoran Lokal, Menu Pilihan Warga

KSH RW08 Medokan Asri Utara - Medokan Ayu di Kampung Kecil, Jemursari, Surabaya. Foto oleh KSH

InfoMedokanAyu - Di tengah hiruk-pikuk rutinitas, bagaimana cara tetap memaknai silaturahmi tanpa kehilangan semangat gotong royong, namun tetap praktis, menyenangkan, dan memberdayakan sekitar?

Jawabannya terlihat jelas dalam gelaran Halalbihalal KSH RW08 Medokan Asri Utara - Medokan Ayu baru-baru ini.

Acara yang berlangsung pada 10 Maret, usai salat Jumat, di Resto Kampung Kecil, Jemursari ini, membawa angin segar. 

Bukan sekadar temu warga biasa, ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah komunitas menghormati pilihan kolektif, mendukung ekonomi lokal, dan memperkuat kebersamaan dengan cara yang adaptif.

Bersama ibu RW08 Ny. Latifah Ariebowo (paling depan).

Partisipasi Bukan Sekadar Kata: Anggota Menentukan Menu

Tidak ada lagi konsep "top-down" di sini. Panitia tidak serta-merta menentukan menu. Sebaliknya, anggota KSH dilibatkan sejak awal—memilih dan memesan sendiri menu yang mereka idamkan.

Hasilnya? Setiap orang merasa didengar. Seseorang yang suka pedas, yang ingin ikan, atau yang mengidam ayam bakar madu, semua terakomodasi. Halalbihalal ini bukan hanya acara, tapi ruang aspirasi yang hidup.

Versi beda

Dukung UMKM Lokal, Tanpa Ribet Masak Sendiri
Menu yang dipilih pun khas Nusantara: ayam bakar madu, nila goreng kremes, nasi ulek ayam suwir, dan lainnya. 

Menu ini bukan hanya karena lezat, tapi juga karena restoran Kampung Kecil adalah mitra lokal yang ikut tumbuh bersama warga.

Inilah bentuk pemberdayaan ekonomi yang nyata:
· Tidak perlu repot mengolah sendiri.
· Uang berputar di lingkungan sekitar.
· Kualitas rasa terjamin profesional.

Konsumsi lokal bukan sekadar wacana, tapi aksi kolektif yang nikmat.

Siap menikmati hidangan sesuai diidamkan.

Praktis, Higienis, dan Bermutu: Fokus pada Silaturahmi
Dengan menyerahkan penyajian ke restoran profesional, anggota bisa benar-benar fokus pada esensi acara: bersilaturahmi, bukan sibuk di dapur. Kebersihan dan cita rasa terjamin, serta variasi menu memungkinkan akomodasi selera yang beragam (ayam, ikan, goreng, bakar, dsb.).

Gotong royong versi modern ini membuktikan: kolaborasi dengan mitra lokal justru menambah kualitas, tanpa mengurangi kehangatan kebersamaan.

Ketua RW08 Dodik Widodo, selalu menyemangati.

Kolaboratif, Modern, Tetap Hangat
KSH RW08 menunjukkan bahwa menjadi adaptif dan cerdas dalam mengatur sumber daya bukanlah pengkhianatan terhadap tradisi. 

Justru sebaliknya: ini adalah bentuk gotong royong yang relevan dengan zaman.

Komunitas ini tidak kaku, tidak terjebak romantisme "harus bikin sendiri", tapi tetap memegang erat nilai kebersamaan.

Kolaborasi dengan resto lokal adalah wajah baru dari semangat lama: saling bantu dan berbagi.


Santai, Berkesan, dan Ramah Semua Usia
Suasana resto dengan konsep saung lesehan, spot foto menarik, musala, hingga mini playground membuat acara terasa seperti rekreasi keluarga. Nyaman, dan semua usia bisa menikmati.

Halalbihalal tidak lagi terasa kaku atau formal. Ia berubah menjadi pengalaman yang meriah, hangat, dan mudah diingat.

Makna silaturahmi pun meresap lebih dalam—bukan karena paksaan, tapi karena kesenangan yang tulus.
Inspirasi untuk Kita Semua
Apa yang dilakukan KSH RW08 adalah teladan kecil tapi kuat.

Bahwa menghormati pilihan bersama, mendukung ekonomi lokal, dan menciptakan kebersamaan yang praktis dan menyenangkan bukanlah mimpi. 

Kegiatan seperti itu bisa diwujudkan dalam setiap acara warga, jika kita berani berpikir ulang tentang makna gotong royong.

Selamat untuk KSH RW08. Semoga banyak lingkungan lain yang terinspirasi.

Berbagi doorprize sambil menikmati permainan. Lagu berhenti, doorprize di tangan menjadi miliknya.

- InfoMedokanAyu

#HalalbihalalModern #EkonomiLokal #KebersamaanYangMenyenangkan #BlogLingkungan

Minggu, 12 April 2026

Halalbihalal Zero Waste RW05 Medokan Asri Barat: Bersih Hati, Bersih Lingkungan, Tak Repotkan Warga

Foto bersama nan ceria. Foto oleh warga setempat.

HALALBIHALAL kerap identik dengan maaf-maafan, makan bersama, dan sayangnya, juga membuahkan gunungan sampah. Tapi tidak di RW05 Medokan Asri Barat. 

Sebagaimana berlangsung sore tadi (11/4), acara silaturahmi pasca-Ramadan ini disajikan dengan konsep nol sampah yang telah menjadi budaya, bukan sekadar gimmick.


Perlu diketahui, RW05 merupakan salah satu RW berprestasi di lingkungan Medokan Ayu. 

Seperti dirilis InfoMedokanAyu pada 16 Agustus 2024 dalam artikel "RW05 Medokan Ayu Terima Penghargaan ProKlim Utama Tingkat Nasional", capaian ini membuktikan konsistensi dalam pengelolaan lingkungan.

Dalam acara halalbihalal sore itu, RW05 menyajikan menu lontong kikil, lontong sate, hingga lontong cap gomek yang inklusif secara budaya. 


Menu itu masih ditambahkan aneka snack dan minuman segar seperti es kuwut serta buah jeruk bali. 
Warga menikmati kebersamaan tanpa meninggalkan kotoran.

Lebih istimewa lagi, seluruh biaya ditanggung dari kas RT dan RW, tanpa iuran warga. 

Itulah halalbihalal yang bersih dari awal hingga akhir: bersih hati, bersih lingkungan, dan bersih dari beban ekonomi.


Lebih dari Sekadar Acara Tahunan
Halalbihalal di RW05 Medokan Asri Barat bukan sekadar acara tahunan. Ini adalah pernyataan budaya, komitmen lingkungan, dan model kepemimpinan yang melayani.

Setiap menu yang dihadirkan—lontong kikil, lontong sate, hingga lontong cap gomek yang merepresentasikan toleransi budaya Tionghoa—bukan pilihan acak. 

Semua adalah makanan lokal, merakyat, dan sarat identitas Surabaya. 

Snack risol mayo, roti sus eclaire, roti cokelat, serta minuman air putih, teh, kopi, dan es kuwut melengkapi sajian. 

Menu spesial buah jeruk bali menjadi penutup yang segar.


Dari semua kegiatah yang paling membedakan adalah prinsip nol sampah yang selalu diterapkan. Bukan sekali, tapi rutin.

Itu sebuah komitmen. Artinya, warga RW05 telah membangun sistem: takaran pas, wadah ramah lingkungan, dan kesadaran kolektif bahwa acara ramai tidak boleh meninggalkan residu.

Sumber dana dari RT dan RW sendiri menegaskan kemandirian. Tidak ada iuran khusus, tidak ada warga yang merasa terbebani. 

Pengurus RT/RW mengelola kas dengan baik, lalu mengembalikannya untuk kemaslahatan bersama. 

Hasilnya? Sebuah halalbihalal yang benar-benar bersih: hati dibersihkan dengan saling memaafkan, lingkungan bersih tanpa sampah, dan hubungan sosial bersih dari utang-piutang biaya acara.

RW05 membuktikan bahwa kebersamaan yang sederhana, lokal, dan mandiri justru paling kaya makna.

Niat Baik, Hasil Luar Biasa
RW05 Medokan Asri Barat dalam berhalalbihalal secara tak langsung mengajarkan satu hal: acara tidak perlu mewah, tidak perlu menyisakan sampah, dan tidak perlu merepotkan warga. 

Adalah cukup niat baik, menu lokal, dana sehat, dan komitmen pada kebersihan.

Itu sudah lebih dari cukup untuk merayakan maaf dan kebersamaan.(red)

Sabtu, 11 April 2026

Nasi Mandi dan Maafan: Halalbihalal RW07 Medokan Asri Tengah yang Tak Terlupakan

Ketua RW07, RT, tokoh Masyarakat dan warga Saling bermaafan. Foto MT warga setempat.

SUASANA hangat penuh kebersamaan terasa di halaman Masjid Al-Aziz RW07 Medokan Asri Tengah-Medokan Ayu, saat acara Halalbihalal digelar pada Sabtu malam (11/4/2026).

Dalam acara di kawasan yang dikenal pula dengan sebutan MA2 ini, tak sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi media pemersatu warga RW07 keseluruhan untuk saling memaafkan sekaligus merayakan kebersamaan dengan penuh sukacita.

Pembina Ta'mir Masjid Al-Azis Djoko Dewantoro

Acara yang berlangsung sejak pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri oleh Ketua RW.07, para Ketua RT (RT.01, RT.02, RT.03), tokoh masyarakat, serta seluruh warga RW.07.

Antusiasme warga tampak sangat tinggi, terlihat dari tempat duduk yang terisi penuh sejak awal acara.

Yang membuat istimewa, panitia menyajikan menu spesial ala Timur Tengah, yakni Nasi Mandi dengan lauk daging kambing oven dan ayam goreng.

Beragam hidangan tersebut seolah memanjakan lidah warga dan menambah kemeriahan acara.

Ketua Ta'mir Masjid Al-Azis H. Mochtar 

Kombinasi antara tradisi maaf-memaafkan dan sajian istimewa ini mencerminkan hangatnya hubungan sosial serta tradisi yang sarat nilai kekeluargaan.

Dalam suasana kebersamaan tersebut, setidaknya terdapat dua dimensi makna yang bisa dipetik:

Hadirin

Dimensi Sosial & Keagamaan
Halalbihalal merupakan tradisi khas Indonesia, terutama pasca-Ramadan dan Idulfitri, yang bertujuan untuk saling memaafkan dan membersihkan hati dari kesalahan, dendam, atau perselisihan.

Di Masjid Al-Aziz RW07, makna ini diwujudkan dengan berkumpulnya seluruh elemen warga—dari ketua lingkungan hingga tokoh masyarakat—guna mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, serta memperkuat ikatan sosial.

Seksi sibuk menyiapkan hidangan

Dimensi Kebersamaan & Kegembiraan
Acara ini juga sarat dengan makna syukur dan keakraban. Hal ini diperkuat oleh dua hal utama:
· Hidangan spesial Timur Tengah (Nasi Mandi, daging kambing oven, ayam goreng) menunjukkan bahwa panitia dan warga menghargai kebersamaan dengan menyajikan yang terbaik, menciptakan rasa kemewahan sederhana yang membahagiakan.

· Antusiasme warga yang memenuhi tempat duduk menandakan bahwa halalbihalal bukan sekadar ritual, melainkan momen yang dinanti untuk melepas kerinduan, berbagi kebahagiaan, dan memperkuat solidaritas warga.

Dengan suksesnya acara ini, diharapkan semangat saling memaafkan dan kebersamaan terus terjaga di lingkungan RW07 sepanjang tahun. (red)

-

Senin, 06 April 2026

Satu Meja, Seribu Makna: Refleksi Halalbihalal RT01 RW06 di Grahameru 5 April 2026

Foto bareng.  Ketua RT01 RW06 Medokan Asri Barat Achmad Zainudin (belakang berdiri deretan dari kiri ke-12), dan Ketua Panitia acara IG Sudjatmiko (ke-15) foto bersama warga. Foto oleh Ace.

HALALBIHALAL RT01 RW06 Medokan Asri Barat tidak hanya menekankan kebersamaan, tetapi juga simbolisme setiap hidangan yang memperkuat nilai silaturahmi, keberagaman, dan rasa syukur.

Hal itu sebagai acara RT01 RW06 Medokan Asri Barat - Medokan Ayu yang berlangsung di Graha Mahameru, Ruang Kerinci Rinjani Lantai 2, Jl. Jemursari 73, Surabaya, pada Minggu, 5 Maret 2026.

Lokasi RW06 ini di kawasan YKP Medokan Ayu yang didalamnya terdapat SD Medokan Ayu II/ 615. Sementara jumlah warga di RT01 kawasan ini 60KK.

InfoMedokanAyu melihat acara ini bukan sekadar makan bersama, melainkan ritual sosial yang menguatkan persaudaraan.

Pemilihan menu beragam—dari appetizer hingga buah potong—menunjukkan bahwa warga menghargai keberagaman cita rasa, sebagaimana mereka menghargai keberagaman pribadi di lingkungannya.


Semangat ini memperkuat identitas RT01 RW06 Medokan Asri Barat sebagai lingkungan yang tidak hanya feast (pesta makan), tetapi juga fun (gembira) dan fair (adil).

Menu dan Makna
Appetizer: Cocktail Salad  
Pembuka segar dan berwarna-warni, melambangkan keberagaman warga (suku, profesi, usia) yang dipersatukan dalam satu wadah RT/RW.

Soup: Sop Jagung Asparagus
Hangatnya kuah menggambarkan kehangatan silaturahmi yang mencairkan perbedaan. 

Jagung dan asparagus melambangkan kesuburan dan harapan akan keberkahan rezeki.




Ramah tamah

Main Course Chicken: Ayam Gr Szechuan
Rasa Szechuan yang sedikit pedas dan gurih menggambarkan dinamika kehidupan warga—ada suka, ada tantangan, tetapi tetap nikmat dijalani bersama.

Main Course Dori/Gurami: Gurami Gr Typhoon
Ikan gurami dengan saus "Typhoon" (badai) melambangkan ketangguhan warga menghadapi masalah sekaligus simbol rezeki yang melimpah.

Vegetable: Cap Cay Goreng
Sayuran beragam dalam satu piring menggambarkan gotong royong dan keseimbangan dalam hidup bermasyarakat.

Rice/Noodles: Nasi Goreng Truffle
Sederhana namun istimewa—kebersamaan yang sederhana (nasi goreng) dimuliakan dengan cita rasa tinggi (truffle).

Side Dish: Martabak
Berlapis-lapis melambangkan kasih sayang dan maaf yang saling diberikan. 

Isiannya yang padat menggambarkan eratnya hubungan antarwarga.

Steam Rice
Nasi putih sebagai sumber energi utama melambangkan pondasi hidup yang kokoh (iman dan takwa), tulus dan apa adanya.

Refreshment: Es Teller
Kesegaran campuran buah melambangkan kebahagiaan dan rasa syukur yang beraneka ragam, disajikan dingin untuk meredakan panasnya salah sangka.

Kerupuk & Sambal
Kerupuk renyah sebagai pelengkap penambah semangat; sambal sebagai pengingat bahwa hidup tak selalu manis—ada rasa pedas (ujian) yang membuat kebersamaan lebih terasa.

Minuman: Mineral Water, Ice Lemon Tea, Es Jeruk
. Air mineral = kesucian hati setelah saling memaafkan.

. Es lemon tea = penyegar hubungan yang sedikit asam (kesalahan) namun manis (maaf).

. Es jeruk = kehangatan dan keceriaan.

Buah Potong
Penutup manis dan segar sebagai simbol bahwa setelah halalbihalal, semua kembali dalam keadaan bersih, segar, dan penuh kebaikan, seperti buah yang matang pada musimnya.

Di antara hadirin menjawab kuis pertanyaan


Di antara 10 penerima hadiah kuis pertanyaan

Makna Game: Kuis Berhadiah & Undian di Bawah Kursi
Makna dari game ini selaras dengan menu konsumsi:
Game Menjawab Pertanyaan dari Panitia
· Silaturahmi bukan hanya makan bersama, tetapi juga mengasah pikiran dan mengingat nilai kebersamaan.

· Pertanyaan seputar tetangga, sejarah RT, atau nilai Ramadan melatih kepedulian dan pengetahuan sosial warga.

· Hadiah bagi penjawab benar → simbol bahwa setiap orang yang aktif dan berani berkontribusi mendapat keberkahan lebih.

Semua hadirin tampak berdiri. Mencocokan nomor berhadiah, yang ditempelkan panitia di bagian bawah kursi

Hadiah Keberuntungan dengan Nomor Undian di Bawah Kursi
· Kesetaraan total: Semua warga (tua, muda, kaya, biasa) memiliki peluang sama karena tak tahu di kursi mana nomor undian berada.

· Letak di bawah kursi → simbol bahwa rezeki atau kebaikan bisa datang dari tempat paling tidak terduga, bahkan dari bawah kita sendiri (rendah hati).

Antara lain penerima hadiah voucher atas keberuntungannya.

· Menemukan nomor undian mengajarkan kita untuk selalu siap terhadap berkah yang datang tiba-tiba.

Hubungan dengan Menu Mewah (Truffle, Typhoon, Es Teller, dll):

Elemen Acara Makna Utama Keterkaitan dengan Menu

Game kuis Aktif, cerdas, berani Kontras dengan appetizer & soup yang lembut → keseimbangan kelembutan hati dan ketajaman pikiran.

Undian di bawah kursi Kesetaraan & kejutan Mirip Es Teller (campuran isi) → tak tahu rasa mana yang akan didapat pertama kali.

Hadiah keberuntungan yg Rezeki tak terduga Seperti Nasi Goreng Truffle → nasi biasa jadi istimewa karena tambahan tak terduga.


  Terkait pelaksanaan Halalbihalal ini, InfoMedokanAyu telah menurunkan beberapa tulisan. 

Ragam tulisan itu dimaksud antara lain dirilis dengan judul:








(InfoMedokanAyu)