InfoMedokanAyu — Sabtu, 17 Oktober 2026, Langgar Besar Miftahul Huda, Jl. Raya Wonoayu RT03/RW03, Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, akan menjadi titik temu warga untuk menghadiri Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro. Inilah tajuk acara yang menegaskan bahwa peringatan Maulidurrasul SAW sekaligus Manaqib Kubro dibingkai dalam majelis dzikir.
Acara ini bukan sekadar tradisi, melainkan ruang memperkuat iman, meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, dan merawat silaturahmi antarwarga. Kehadiran dalam Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro menjadi wujud kebutuhan rohani sekaligus ikhtiar merajut ukhuwah.
Majelis Dzikir sebagai Oase Rohani
Di tengah kesibukan, kehadiran dalam Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro adalah oase. Istilah "oase" di sini bukanlah tempat berair di tengah padang gurun, melainkan kiasan untuk menggambarkan betapa menyejukkan dan menghidupkan majelis dzikir tersebut bagi jiwa.
Oase yang dimaksud adalah ketenangan, keberkahan, dan penyegaran rohani yang didapat saat menghadiri Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro:
- Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro menjadi tempat menenangkan hati.
- Menjadi penyegar iman di tengah rutinitas dan masalah hidup.
- Menjadi ruang istirahat spiritual, tempat kembali kepada Allah dan Rasulullah.
- Menjadi sumber kekuatan baru setelah lelah menjalani kehidupan sehari-hari.
Seperti halnya musafir yang menemukan air di tengah gurun, jamaah pun menemukan kembali kesegaran iman dan semangat hidup setelah berinteraksi dengan Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro.
Manaqib Kubro dan Teladan Akhlak Rasulullah
Manaqib Kubro—pembacaan riwayat dan keteladanan ulama besar, terutama Syekh Abdul Qadir al-Jailani—mengajak kita meneladani kesabaran, keikhlasan, dan kedekatan kepada Allah. Dalam Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro, ajakan itu tidak berhenti pada bacaan, tetapi menjelma menjadi kesadaran rohani.
Dipadukan dengan peringatan Maulid, momentum ini mengingatkan kita bahwa cinta kepada Rasulullah harus tampak dalam akhlak sehari-hari: jujur, peduli, dan bermanfaat bagi lingkungan. Maka, Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro bukan hanya majelis dzikir, tetapi juga sekolah akhlak dan cinta kepada Rasulullah SAW.
Wajah Gotong Royong Warga Medokan Ayu
Acara ini juga menjadi wajah gotong royong warga Medokan Ayu. Panitia, takmir, pemuda, dan ibu-ibu bergotong royong menyiapkan tempat, konsumsi, dan keamanan demi suksesnya Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro.
Inilah potensi Medokan Ayu yang perlu terus dirajut: kebersamaan yang tidak berhenti di seremonial, tetapi berlanjut dalam kepedulian sosial. Semangat gotong royong ini pun menjadi bagian dari keberkahan Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro.
Yang Perlu Diikuti pada Acara Selanjutnya
Agar manfaat Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro berkelanjutan, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan bersama:
- Hadir tepat waktu dan mengikuti rangkaian acara dari awal hingga doa penutup.
- Ajak keluarga, tetangga, dan pemuda agar majelis dzikir semakin hidup dan regenerasi terjaga.
- Jaga adab dan kebersihan: parkir tertib, tidak berisik, dan membuang sampah pada tempatnya.
- Dukung kepanitiaan sesuai kemampuan—tenaga, ide, konsumsi, atau donasi.
- Abadikan momen dan sebarkan informasi kebaikan melalui media sosial.
- Tindak lanjuti dengan amal nyata: silaturahmi ke tetangga, sedekah, dan kegiatan sosial.
Penutup
Mari sukseskan Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW & Manaqib Kubro di Langgar Besar Miftahul Huda. Semoga menjadi berkah bagi Medokan Ayu, memperkuat ukhuwah, dan menumbuhkan generasi yang cinta Rasulullah.
Foto-foto kegiatan akan diunggah di blog ini. Pantau terus InfoMedokanAyu.blogspot.com—merajut potensi Medokan Ayu.















