Senin, 26 Oktober 2026

Sungai Bingung di Medokan Ayu: Antara Kebutuhan dan Kelalaian Perawatan

Kondisi selokan sekaligus pembatas depo sampah dan pemukiman warga RT 01 RW 02. Endapannya sangat tebal

InfoMedokanAyu — Menyambut musim hujan yang semakin dekat, keberadaan saluran air yang membatasi kawasan Perumahan YKP dengan RW 01 dan RW 02 di Medokan Ayu, Surabaya, menjadi sorotan.

Untuk RW 03 dan Perumahan YKP, batas wilayah tidak berupa selokan. Namun, selokan di Jl. Wonoayu perlu mendapat perhatian. Sudah lebih dari lima tahun selokan tertutup itu belum pernah dikeruk endapannya.

Kondisi selokan, sekaligus batas perumahan YKP dan RW 01. Gambar dipotret dari posisi belakang TK Al Fajar. Selokan ini tembus ke Sungai besar Kebon Agung - pembatas Medokan Ayu dan Gunung Anyar.

Sepanjang kurang lebih satu kilometer, selokan yang menjadi batas Perumahan YKP, RW 01, dan RW 02 — yang semula memiliki lebar hampir 2 meter — kini sebagian telah menyempit hingga tersisa hanya 1 meter. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan menurunnya fungsi drainase kawasan.

Menurut H. Nawawi Ahmad, pemerhati masalah banjir di Medokan Ayu, kondisi selokan tersebut terkesan kumuh dan boleh dikatakan tidak terawat. 

Pada perkembangannya, saluran itu pun dinilai tidak mampu lagi mengalirkan air dari curah hujan. Akibatnya, ketika hujan lebat mengguyur, sebagaimana tahun lalu air meluber ke jalanan dan mengganggu aktivitas warga.

Atas kondisi yang memprihatinkan itu, Sudirno Sanjaya, warga YKP MA2 RW 07 yang pernah menjadi pengurus LKMK pada periode kepengurusan 2010–2016 dan 2019–2022, menamakan selokan tersebut sebagai "Sungai Bingung." 

Masih ada hasil kerukan di glansing yang tertinggal di selokan pintu masuk depo sampah. Ini mengurangi kelancaran aliran air menuju sungai Avoer, Medokan Ayu.

Penamaan itu menggambarkan kondisi ironi: keberadaannya sangat dibutuhkan, tetapi perawatannya sangat kurang, sehingga tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal.

Penyempitan saluran dari sekitar 2 meter menjadi 1 meter di sepanjang hampir satu kilometer menunjukkan persoalan yang tidak ringan. 

Selain mengurangi kapasitas tampung air, kondisi ini berpotensi memperparah genangan saat musim hujan. 

Warga berharap ada perhatian serius dari pihak terkait — baik pemerintah kelurahan, kecamatan, maupun dinas terkait — untuk melakukan normalisasi dan perawatan rutin agar "Sungai Bingung" kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur drainase bukan sekadar pelengkap kawasan, melainkan bagian penting dari sistem pengendalian banjir. 

Tanpa perawatan yang konsisten, saluran yang semula dirancang untuk mengalirkan air justru menjadi sumber masalah bagi warga di sekitarnya.

Selokan RW 02 dan Perumahan YKP GPA

Sementara itu, selokan batas RW 02 dan Perumahan YKP Griya Pesona Asri (GPA) telah menjalani normalisasi pada 26 Juli 2026. 

Normalisasi itu dilakukan melalui kerja bakti oleh warga RT 01 RW 02. Kini kondisi aliran air sudah lancar. Kegiatan kerja bakti tersebut terlihat pada foto-foto di bawah ini.








Artikel ini dikembangkan dari laporan warga mengenai kondisi selokan di Medokan Ayu, Surabaya.

Artikel terkait Banjir: