Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un
Telah berpulang ke rahmatullah, Bapak:
H. ROCHMAD EFENDI
Usia: 79 tahun
Alamat: Jl. Rojo Mino RT 03 RW 02, Medokan Kampung - Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya
Waktu: Jumat pagi, pukul 09.30 WIB
Tempat: Kediaman / Kampung Medokan, Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya
Almarhum meninggal dunia dalam keadaan tanpa proses sakit yang berarti.
Subuh pagi tadi, beliau masih salat berjamaah di Masjid Imaduddin, sekitar 100 meter dari rumahnya.
Beliau berangkat dan pulang dengan berjalan kaki, sebagaimana orang yang sehat.
Sebelum dimakamkan di Makam Islam RW 02, jenazah disalatkan di Masjid Imaduddin, dihadiri oleh warga dan jamaah masjid.
Kami, keluarga besar warga RW 02, jamaah Masjid Imaduddin, dan seluruh warga Medokan Ayu menyampaikan duka cita yang mendalam.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Disalatkan di Masjid Imaduddin
Renungan
Kepergian H. Rochmad Efendi membawa banyak pelajaran bagi kita yang masih hidup.
Beliau wafat pada hari Jumat, setelah sebelumnya masih salat Subuh berjamaah di masjid, berjalan kaki, dan tanpa keluhan sakit.
Dalam pandangan Islam, ini adalah tanda-tanda yang memberi harapan besar sebagai husnul khatimah, akhir hidup yang baik.
Beberapa makna yang bisa kita renungkan:
Wafat di hari Jumat
Dalam hadis disebutkan bahwa seorang Muslim yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat akan dilindungi dari fitnah kubur. Ini adalah keutamaan dan harapan baik.
Masih salat Subuh berjamaah
Orang yang salat Subuh berjamaah berada dalam jaminan Allah. Beliau menutup hidupnya dengan ibadah yang sangat utama.
Rajin salat berjamaah di masjid
Kebiasaan beliau menunjukkan hati yang terikat pada masjid. Ini termasuk amal yang Allah janjikan pahala besar.
Wafat tanpa sakit
Kematian yang tenang tanpa proses sakit panjang adalah bentuk kasih sayang Allah. Bagi orang saleh, ini menjadi tanda rahmat.
Disalatkan oleh jamaah
Salat jenazah adalah doa dan syafaat. Semakin banyak orang saleh yang mendoakan, semakin besar harapan ampunan Allah.
Hanya Allah yang mengetahui akhir setiap hamba.
Tanda-tanda ini cukup menjadi renungan bagi kita untuk memperbaiki diri, menjaga salat berjamaah, menghidupkan masjid, dan tidak menunda tobat.
Semoga kita semua dapat meneladani ketekunan almarhum dalam beribadah.
Mari kita doakan almarhum, dan jadikan kepergiannya sebagai pengingat bahwa ajal bisa datang kapan saja, bahkan tanpa sakit.
Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
Semoga Allah mengampuni, merahmati, dan menempatkan beliau di surga-Nya. Aamiin.
Billahittaufiq wal hidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
--- Salam takziah dari keluarga besar Medokan Ayu ---





