Senin, 18 Mei 2026

Bukan Sekadar Belanja Rutin, Kini Jadi Rekreasi: Inovasi PKK RT 01/RW 10 GPA Menggugah Inspirasi

Dibiayai Sie usaha, tanpa ribet pasang tenda dan sebagainya, ibu-ibu PKK RT01 RW10 Griyo Pesona Asri, bersantai, bermain dan berekspresi di Aloft Hotel Pakuwon City, Minggu 17 Mei 2026, Pukul 12.00 - 15.00 WIB. Sementara sang Bapak-bapak giliran dirumah.

InfoMedokanAyu – Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik, siapa sangka sebuah ide sederhana justru mampu meringankan beban sekaligus menghadirkan kebahagiaan bersama? Itulah yang dibuktikan oleh ibu-ibu PKK di RT01 RW10, Griyo Pesona Asri (GPA), Kelurahan Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya.

Berkat kreativitas dan gotong royong, mereka berhasil mengubah kegiatan rutin berbelanja menjadi mesin ekonomi kecil yang produktif. 

Bukan sekadar arisan atau simpan pinjam, kelompok ini bergerak nyata dengan model usaha yang cerdas dan patut ditiru.

Ketua PKK RT01 RW10 Griyo Pesona Asri Ny. Ibnu Hadjar berbagi senyuman dengan hadirin.

Mekanisme Sederhana
Ide cemerlang ini berawal dari pengalaman salah satu warga yang dulu pernah membuka toko di rumah. Ia pun dipercaya untuk memimpin Seksi Usaha PKK setempat. 

Konsepnya mudah, bahkan bisa ditiru oleh RT mana pun:

1. Mengumpulkan kebutuhan warga, mulai dari sembako, hingga barang rumah tangga lainnya.
2. Membeli dalam jumlah besar ke pusat kulakan, terutama saat ada diskon atau promo.
3. Menyalurkan kembali ke anggota saat pertemuan arisan, dengan harga mendekati modal—nyaris tanpa markup berarti.

Ruangan pun didekor oleh seorang Bu Erwin, menambah suasana yang tak biasa, dan kian hidup dengan muncul suara Bu Lia sebagai pembawa acara.

Hidangan yang memanjakan kebersamaan siang itu.

Hasilnya? Anggota mendapatkan harga lebih murah dari pasaran tanpa perlu repot keluar rumah. Yang tadinya pengeluaran rutin, berubah menjadi aktivitas ekonomi yang berputar dan memberdayakan.

Ada pula kebiasaan unik dalam setiap pertemuan arisan yang beranggotakan 37 ibu-ibu. Ketika ada menu "kotakan" yang tersisa karena beberapa anggota berhalangan hadir, makanan tersebut dilelang dengan harga separuh. Hasilnya menjadi pemasukan tambahan untuk kas Sie Usaha.

Lebih dari itu, pertemuan bulanan yang media utamanya arisan ini selalu terasa mengasyikkan. Antara lain karena adanya guyonan saat lelang konsumsi yang senantiasa diminati warga.

Tak liput bagi doorprize

Capaian Nyata: Dana Berputar Puluhan Juta Rupiah

Tidak hanya lelang, sistem simpan pinjam di sini juga menawarkan penguatan permodalan yang makin kokoh. Dengan jangka waktu pinjam dibatasi 5 bulan dan bunga sebesar 2 persen, warga merasa terbantu tanpa terbebani.

Sejak kepengurusan RT baru pada tahun 2023, sistem sederhana ini telah memutarkan dana bersama sebesar sekitar Rp47 juta dari 37 orang anggota PKK. 

Angka itu bukan laba kotor, melainkan bukti nyata bahwa kepercayaan dan partisipasi aktif mampu menciptakan ekosistem ekonomi sehat dari tingkat RT.

Ketika berkumpul tak mampu dihindari, gairah bermain senantiasa muncul

Yang lebih menarik: keuntungan dari pengelolaan usaha ini tidak dibagikan sebagai uang tunai. Sebagian besar justru digunakan untuk kegiatan bersama yang mempererat silaturahmi. Contohnya? Setiap tahun rekreasi bersama dan acara kekeluargaan di hotel.


Buktinya, Minggu lalu mereka baru saja menggelar acara penuh kehangatan di sebuah hotel—serba gratis untuk anggota. Suasana syukur dan kebersamaan begitu terasa.

Pelajaran Berharga untuk Wilayah Lain
Apa yang dilakukan PKK RT01 RW10 bukan sekadar cerita sukses, melainkan peta jalan praktis yang bisa diadaptasi oleh RT/RW lain di Medokan Ayu.

1. Sie Usaha bukan formalitas belaka. Dengan pendekatan yang tepat, sie ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi warga.

2. Keuntungan tak harus berbentuk uang. Rekreasi dan acara hotel justru memperkuat ikatan sosial yang tak ternilai harganya.

3. Keahlian lokal adalah aset. Pengalaman ketua Sie Usaha (Bu Yanti) yang pernah membuka toko menjadi kunci membaca peluang diskon dan mengelola stok secara cermat.




Keakraban membuahkan rasa yang makin menyatu.

Empat Manfaat Nyata Keberadaan Sie Usaha
Dari kegiatan ini, setidaknya ada empat dampak positif yang dirasakan langsung oleh warga:

· Ekonomi: Belanja bulanan lebih hemat karena sistem kulakan bersama.
· Sosial: Solidaritas antarwarga meningkat; ibu-ibu tidak hanya bertemu saat arisan, tetapi juga dalam aktivitas produktif sehari-hari.
· Kebersamaan: Hasil usaha dinikmati bersama melalui rekreasi dan acara di hotel, menjadi perekat hubungan warga.
· Pemberdayaan: Pengalaman warga yang pernah memiliki toko dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan kolektif.

Ketua Sie Usaha yang akrab disapa Bu Yanti, yang tidak lain Ny. Rochmat ini mengungkapkan dengan sederhana namun menggugah:

"Kami tidak besar-besaran. Yang penting berputar, semua anggota merasa diuntungkan, dan akhirnya bisa hangout bareng. Itu sudah lebih dari cukup."

Tak ketinggalan ketua PKK Ny. Ibnu Hajat (kiri) dan Ketua Sie Usaha Ny. Rochmat ( paling kanan) mengabadikan kebersamaan bersama ibu-ibu yang lain.
 
Inspirasi untuk Kita Semua
Apa yang terjadi di RT01 RW10 GPA adalah bukti nyata bahwa modal utama PKK bukanlah dana besar, melainkan niat tulus dan kerja sama yang konsisten.

Jika pola ini ditiru oleh RT lain di Medokan Ayu, bukan tidak mungkin kita akan menyaksikan lebih banyak lagi kegiatan kebersamaan yang lahir dari aktivitas produktif sehari-hari.

Perlu dicatat pula: gerakan Sie Usaha ini ternyata telah berlangsung sejak lebih dari 20 tahun lalu. Sepanjang perjalanannya, mereka tetap mempertahankan roh usaha yang berdampak positif bagi kebersamaan.

Selamat untuk ibu-ibu PKK RT01 RW10 Griya Pesona Asri! Teruskan inovasinya—Anda adalah inspirasi bagi lingkungan kita. (red)

Catatan : Redaksi Weblog Lingkungan Medokan Ayu mengundang RT/RW lain untuk berbagi cerita inspiratif serupa. Kirimkan laporan Anda ke kami.