![]() |
| Kolam ikan bersirkulasi milik H. Nawawi Ahmad, warga Jl. Wonoayu No. 127A, Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya. Sistem sirkulasi ini menjaga kualitas air tetap stabil. |
InfoMedokanAyu – Kawasan Medokan Ayu yang dikenal rawan banjir sering kali membuat warga waspada terhadap genangan air. Namun, tidak semua genangan atau kolam air perlu dicurigai sebagai sumber nyamuk. Kolam dengan sistem sirkulasi air yang baik justru jauh dari risiko menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Mengapa Sirkulasi Air Penting?
Nyamuk betina, terutama jenis Aedes aegypti dan Culex, lebih suka bertelur di air yang tenang dan tidak bergerak.
Air yang mengalir atau memiliki sirkulasi—misalnya dengan pompa, air mancur, atau aliran terus-menerus—menciptakan kondisi yang tidak stabil bagi telur dan jentik nyamuk untuk menempel dan berkembang.
Semakin kencang sirkulasi air kolam, semakin kecil kemungkinan nyamuk memilih tempat tersebut sebagai lokasi bertelur.
Contoh Nyata di Medokan Ayu
Hal ini dibuktikan oleh kolam milik H. Nawawi Achmad, warga Jl. Wonoayu 127A, Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya.
Kolam dengan sirkulasi air yang kencang di rumah warga—yang juga eks Ketua LKMK masa Bhakti 2010–2016 dan 2019–2022 dipastikan sangat dijauhi nyamuk.
"Alhamdulillah, kolam ini tidak pernah menjadi sarang jentik. Airnya terus mengalir, jadi nyamuk enggan mendekat," ujarnya.
Fakta yang Perlu Dipahami
· Risiko jentik jauh lebih kecil karena permukaan air terus bergerak dan tidak stabil untuk telur atau jentik menempel dan berkembang.
· Bukan berarti 100% bebas. Jika sirkulasi lemah, ada bagian kolam yang tetap tenang—misalnya sudut, sela batu, atau daun yang menghalangi aliran—jentik masih bisa muncul di area tersebut.
· Nyamuk juga bisa bertelur di genangan kecil di sekitar kolam, seperti pada talang, pot, atau wadah yang menampung air hujan.
Pesan Utama
Air mengalir / ada sirkulasi → mengurangi kemungkinan jentik, bukan mengundang.
Air stagnan → mengundang jentik nyamuk.
Kolam yang tidak mengalir (airnya stagnan) justru lebih berisiko menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Nyamuk betina lebih suka bertelur di air yang tenang dan tidak bergerak.
Tips Tambahan untuk Warga
1. Jaga kolam tetap bersih dari daun dan sampah yang menghambat aliran.
2. Pastikan sirkulasi menjangkau seluruh bagian kolam, termasuk sudut dan sela-sela.
3. Pelihara ikan pemakan jentik seperti ikan cupang, guppy, atau ikan mas sebagai pengendali alami.
Dengan pemahaman ini, warga Medokan Ayu tidak perlu lagi mencurigai kolam bersirkulasi sebagai sumber nyamuk.
Sebaliknya, mari pastikan setiap kolam dan genangan di sekitar rumah kita, memiliki aliran yang baik agar terhindar dari risiko demam berdarah dan penyakit lain yang ditularkan nyamuk.
