Senin, 09 Februari 2026

Produksi si Gincu Merah-Bandeng Medokan Ayu Terus Merosot, kini 100 Ton/ Tahun

Bandeng bergincu merah. Ilustrasi dari Gemini AI Google.

PRODUKSI si Gincu Merah-Bandeng Medokan Ayu sejak 2005 Terus Merosot. Kini separohnya sekitar 100 Ton/ Tahun.

Hal itu diungkapkan Nawawi Ahmad, S.Ag., tokoh Medokan Ayu, yang juga ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) "Rojo Mino" di Medokan Ayu.

Di salah satu kelurahan kecamatan Rungkut ini, terdapat 3 Pokdakan. Dua di antaranya Rojo Aro, dan Podo Joyo.

Menurunnya produksi bandeng ini, kata Nawawi, antara lain tergerusnya areal tambak oleh pemukiman.

Nawawi Ahmad, S.Ag.

"Tambak Medokan Ayu ini, sebelum 2005 masih menghasilkan sekitar 200Ton/ Tahun. Kemudian berangsur turun. Kini ya ... separohnya, sekitar 100 Ton", tandasnya.

BANDENG CANTIK
Sebagaimana umum ketahui, Bandeng Medokan Ayu ini tampilannya cantik. "Selalu bergincu merah", imbuh Nawawi Ahmad.

Arti Gincu: Secara harfiah adalah pewarna bibir (lipstik). 

Bandeng bergincu ini juga tidak berbau lumpur, daging gurih, duri lebih lembut.

Dalampada itu, bibir merah bukanlah ciri universal pada semua ikan bandeng. 

Hal itu ciri khas khusus bandeng yang terutama dipengaruhi pakan alami, sejenis ganggang biru (Klekap) dan lingkungan budidaya.

Ikan bandeng secara biologis hanya memiliki satu jenis, yaitu spesies Chanos chanos.

Meskipun disebut ikan air payau, bandeng  sangat kuat bertahan hidup di berbagai kondisi air, yang konon mempengaruhi kualitas proteinnya yang tinggi.

Adapun variasi yang kita temui lebih merujuk pada tahap hidup, tempat budidaya, atau bentuk pengolahannya.

Tampilan bibir bandeng Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya ini mirip bandeng asal tambak Sidoarjo dan Pasuruan.

Bandeng dari daerah lain yang dibudidayakan dengan sistem berbeda atau pakan yang berbeda, memiliki bibir berwarna putih atau kebiruan

KUALITAS TINGGI
Medokan Ayu di Rungkut, Surabaya, memang dikenal sebagai kawasan penghasil  Bandeng berkualitas tinggi, ini dilaporkan oleh Gemini AI milik Google.

Berbagai sumber mengonfirmasi pula hal yang sama, bahwa Kelurahan Medokan Ayu dikenal dengan produksi ikan Bandeng.

Bandeng dari kawasan ini dikenal memiliki daging yang lembut dan segar.

Usaha bandeng di kelurahan ini digerakkan terutama oleh tambak-tambak milik warga dan usaha mikro keluarga.

MELEDAK
Tentang kapan Bandeng Medokan Ayu menjadi terkenal, tidak ada catatan tahun pasti yang dapat ditunjuk sebagai saat  "meledak" populeritasnya. 

Popularitasnya ditengarahi lebih merupakan proses akumulasi yang berlangsung lama.

Berdasarkan informasi yang ada, berikut adalah konteks sejarahnya:

Medokan Ayu ini kampung tua yang sejak dulu dikenal sebagai daerah tambak dan perikanan. Budidaya bandeng di sana sudah berlangsung turun-temurun.

Kualitas bandeng yang khas (seperti dagingnya yang lebih padat dan tidak berlumpur) disebabkan oleh kondisi tambak yang unik (perpaduan air asin dan tawar) serta teknik budidaya lokal. 

Reputasi ini berkembang secara organik melalui mulut ke mulut di kalangan masyarakat Surabaya dan Jawa Timur. Diduga sudah puluhan tahun lamanya.

Jadi, popularitasnya tidak terkenal karena satu peristiwa atau kampanye pemasaran di tahun tertentu. Terkenal lebih karena konsistensi kualitas dan sejarah panjangnya sebagai penghasil bandeng.

PRODUKSI TURUN
Kenyataan produksi bandeng Medokan Ayu kini menyusut. Bukan karena pasar melemah. Lebih karena lahan tambak terus terkikis pemukiman dan kepentingan lain.

Berdasar catatan 30 April 2022 Ahli perikanan Unair membahas potensi dan tantangan (alih fungsi lahan) budidaya bandeng di Surabaya.

Dalam bahasan itu tidak menyebut Medokan Ayu secara spesifik, tetapi memberi konteks umum tentang tekanan pembangunan pada lahan tambak di Surabaya.

BERBAGI BANDENG
Sebelumnya, pada 12 Pebruari 2022 terdapat bukti kontemporer aktifitas budidaya bandeng.

Saat itu Pemerintah Kota Surabaya membagikan hasil panen bandeng dari Tambak Wonorejo kepada warga, termasuk di Kelurahan Medokan Ayu.

PERUBAHAN KOTA
Sulitnya menentukan tahun pasti penurunan maupun puncak produksi bandeng itu erat kaitannya dengan perubahan kota:

Lahan-lahan tambak tradisional di Surabaya, termasuk seputar Medokan Ayu, telah lama menghadapi tekanan untuk dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan dan industri. 

Proses ini bisa terjadi secara bertahap dalam beberapa dekade.

SEBAGAI PENGHASIL
Pun mengalami penurunan produksi Bandeng, predikat Medokan Ayu sebagai penghasil bandeng adalah bagian dari identitas kawasan yang masih relevan hingga kini.

Begitu pun posisi bandeng sebagai "Primadona di Atas Meja", sampai kini belum tergeserkan oleh ikan lain.

(InfoMedokanAyu)