![]() |
| Ilustrasi sumber hallodoc |
IKAN BANDENG merupakan alternatif lokal yang unggul dari Salmon. Ini wajib dan kian dikenal masyarakat, sekaligus berpeluang sebagai favorit. Bukan hanya "Primadona".
Dari berbagai laporan, InfoMedokanAyu menyimpulkan Bandeng ber-kandungan omega-3 yang jauh lebih tinggi (hingga 14-19%) dibandingkan salmon (~2.6%).
![]() |
| Ikan Bandeng |
Bandeng, termasuk hasil dari Medokan Ayu menawarkan protein, zat besi, dan asam lemak sehat yang tinggi, setara atau bahkan lebih baik dari salmon untuk MPASI (Makanan Pendamping ASI) dan kesehatan, dengan harga jauh lebih terjangkau.
Berikut perbandingan utama antara kedua ikan sekaligus menjelaskan mengapa Bandeng dijuluki "Salmon Indonesia":
1. Kandungan Omega-3 dan Protein
· Ikan Bandeng: Omega-3: 14.2%. Protein: 20.38%. Sumber: Data dari Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (1996).
· Ikan Salmon: Omega-3: 2.6%. Protein: Bervariasi, umumnya sekitar 20g per 100g. Sumber: Data perbandingan dari studi yang sama.
· Kesimpulan: Bandeng unggul dalam kandungan omega-3, dengan kadar yang dilaporkan jauh lebih tinggi. Kandungan proteinnya juga sangat baik dan setara.
![]() |
| Ikan Salmon |
2. Kandungan Nutrisi Penting Lain
· Ikan Bandeng: Kaya akan asam folat, vitamin B6, B12, serta mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, dan fosfor.
· Ikan Salmon: Terkenal akan DHA dan EPA (jenis omega-3), serta vitamin D dan selenium.
· Kesimpulan: Masing-masing memiliki keunggulan. Bandeng baik untuk janin dan kesehatan saraf, sementara Salmon untuk perkembangan otak.
3. Kandungan Merkuri
· Ikan Bandeng: Termasuk ikan dengan kadar merkuri rendah. Namun, perlu perhatian pada kualitas lingkungan budidaya untuk menghindari kontaminan lain seperti timbal.
· Ikan Salmon: Juga termasuk rendah merkuri. Salmon liar umumnya dianggap lebih rendah kontaminannya dibanding budidaya.
· Kesimpulan: Keduanya relatif aman jika dikonsumsi dalam porsi wajar dan berasal dari sumber yang terjaga kualitasnya.
4. Kemudahan Konsumsi
· Ikan Bandeng: Memiliki banyak duri halus yang sering menjadi kendala.
Namun, kini sudah tersedia tawaran seperti bandeng presto, fillet atau bandeng tanpa duri.
· Ikan Salmon: Dagingnya hampir tanpa duri halus, sehingga mudah diolah dan disajikan, termasuk untuk MPASI anak.
· Kesimpulan: Salmon lebih praktis, meski olahan Bandeng tanpa duri mulai banyak tersedia.
HARGA 1 SALMON : 11-25 BANDENG
Berdasarkan harga nasional terkini, harga ikan salmon bisa mencapai sekitar 11 hingga 25 kali lipat lebih mahal dibandingkan ikan bandeng di Indonesia.
Perbedaan harga yang signifikan ini disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
· Sumber dan Biaya Produksi: Salmon yang dijual di Indonesia umumnya diimpor dari negara seperti Norwegia.
Biaya budidaya, pemrosesan, transportasi, dan bea masuk membuat harganya tinggi.
Sebaliknya, bandeng adalah produk budidaya lokal, sehingga biayanya jauh lebih rendah.
· Kesadaran Gizi dan Tren Pasar: Ikan salmon dipasarkan secara global sebagai ikan premium dengan kandungan omega-3 yang terkenal.
Hal ini membentuk persepsi dan permintaan yang mendorong harganya naik.
Ikan salmon umumnya dijual di supermarket besar untuk segmen menengah atas. Bandeng sangat mudah ditemui di pasar tradisional.
Pun demikian Bandeng kalah peminat. Ini ditengarahi kehadiran durinya.
Namun seputar duri bandeng, kini sudah bisa terjawab, dengan adanya tawaran Bandeng Tanpa Duri.
(InfoMedokanAyu)


