ADALAH sangat penting memahami makna pernikahan. Terutama pasangan menikah, keluarga, dan masyarakat luas.
Pemahaman yang benar tentang makna pernikahan adalah fondasi untuk membangun keluarga yang kuat dan masyarakat yang sehat.
Dengan demikian pernikahan dapat kembali pada hakikatnya yang mulia: sebagai sumber ketenteraman, cinta, kasih sayang, dan berkah (mawaddah wa rahmah).
SPIRITUAL DAN RELIGIUS
Ibadah dan Penyempurnaan Agama: Dalam perspektif agama (seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dll.), pernikahan adalah suatu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Ini adalah jalan untuk menyempurnakan separuh agama seseorang dan memenuhi panggilan suci untuk hidup berkeluarga.
Mencari Ridha Tuhan: Tujuan utama pernikahan adalah untuk mendapatkan berkah dan ridha dari Tuhan. Setiap langkah dalam rumah tangga diharapkan bernilai pahala dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Ikatan yang Suci (Sakral): Pernikahan bukan hanya kontrak sosial, tetapi sebuah ikatan suci (sacred covenant) yang dijanjikan di hadapan Tuhan dan saksi. Ini memberinya nilai spiritual yang sangat dalam.
SOSIAL DAN KEMANUSIAAN
Membangun Generasi Penerus (Regenerasi): Pernikahan adalah institusi utama untuk melanjutkan keturunan dan melahirkan generasi penerus yang baik, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penyatuan Dua Keluarga Besar: Seperti yang disebutkan sebelumnya, pernikahan menyatukan tidak hanya dua individu, tetapi juga dua keluarga besar, memperluas jaringan sosial dan kekerabatan.
Stabilitas Sosial: Keluarga yang terbentuk dari pernikahan yang kokoh adalah pilar masyarakat. Keluarga yang harmonis menciptakan individu-individu yang stabil, yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas dan kedamaian masyarakat secara keseluruhan.
PSIKOLOGIS DAN EMOSIONAL
Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang: Manusia memiliki kebutuhan dasar untuk dicintai dan menyayangi.
Pernikahan adalah wadah resmi dan sehat untuk memenuhi kebutuhan emosional tersebut secara mendalam dan abadi.
Ketenteraman dan Kedamaian Hati: Dalam banyak tradisi, pasangan diibaratkan sebagai "pakaian" satu sama lain yang melindungi, menutupi aurat, dan memberikan kehangatan serta ketenteraman (sakinah).
Partner dalam Setiap Kondisi: Pernikahan berarti memiliki sahabat terdekat untuk berbagi suka dan duka, saling mendukung, menguatkan, dan menghadapi tantangan hidup bersama-sama.
HUKUM DAN PERLINDUNGAN
Perlindungan Hukum: Pernikahan yang dicatatkan secara hukum memberikan perlindungan dan kepastian hak bagi kedua belah pihak dan juga anak-anak yang akan dilahirkan, terutama dalam hal waris, perwalian, dan harta bersama.
Kejelasan Status: Pernikahan memberikan status yang jelas dan diakui secara sosial tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan, sehingga mencegah terjadinya eksploitasi dan penyimpangan.
SEBAGAI PERJALANAN PERTUMBUHAN
Sekolah Kehidupan: Pernikahan adalah "sekolah" untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik: belajar sabar, mengalah, berkomunikasi, memaafkan, dan bertanggung jawab.
Kolaborasi dan Timwork: Ini adalah kemitraan untuk mencapai tujuan bersama, baik tujuan material (membangun ekonomi keluarga) maupun non-material (mendidik anak, meraih kebahagiaan).
GUNA PAHAMI MAKNA PERNIKAHAN
Mencegah Perceraian: Banyak perceraian terjadi karena pasangan memiliki ekspektasi yang salah tentang pernikahan.
Mereka hanya melihatnya sebagai "pesta cinta" dan bukan sebagai komitmen jangka panjang yang penuh tantangan. Pemahaman yang benar akan mempersiapkan mental mereka.
Mencegah Pernikahan Dini dan Paksa: Masyarakat yang memahami makna pernikahan akan lebih hati-hati dan bertanggung jawab, sehingga dapat mencegah pernikahan anak yang tidak matang atau pernikahan paksa yang tanpa dasar cinta dan komitmen.
Membangun Keluarga yang Kuat: Dengan fondasi pemahaman yang kokoh, setiap keluarga dapat menjalankan fungsinya dengan baik sebagai tempat pendidikan pertama dan utama bagi anak-anak.
Melawan Pandangan yang Meremehkan Pernikahan: Di era modern, seringkali nilai pernikahan direduksi hanya sebagai formalitas atau bahkan dianggap tidak penting.
Pemahaman kolektif akan menjaga martabat dan kesucian institusi pernikahan.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
MAKA menyebarluaskan pemahaman tentang makna pernikahan yang utuh — bukan hanya sekadar pesta dan foto-foto — adalah tanggung jawab sosial dan edukasi yang penting.
Hal ini bisa dilakukan melalui:
- Konseling Pranikah yang wajib dan berkualitas.
- Keteladanan dari pasangan yang sudah menikah.
- Edukasi dalam keluarga, sekolah, dan komunitas keagamaan.
- Konten-konten positif di media sosial dan media massa.
Diolah dari beragam sumber
(InfoMedokanAyu)