K9DeWa - Kepiting bakau memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Permintaan pasar, baik dari restoran seafood, pengepul, maupun konsumen langsung, membuat kepiting menjadi komoditas yang menjanjikan bagi warga pesisir.
Harga kepiting saat ini sekitar Rp50 ribu per kilogram. "Kebetulan pula, bulan Agustus–September dikenal sebagai masa pertumbuhan bagi kepiting. Jadi ukuran kepiting masih kecil-kecil," kata Bapak Sumardi, ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) "Sumber Rejeki", ketika ditemui di kampung nelayan Medokan Ayu, berdekatan kawasan Mangrove Gunung Anyar.
![]() |
| Kepiting Bakau. Foto: wikipedia |
"Memasuki bulan Oktober dan seterusnya, ukuran kepiting sudah pada besar," lanjut ketua KUB "Sumber Rejeki", yang aktif menekuni penangkapan kepiting dengan perahu.
Bulan-bulan tersebut dikenal sebagai Bulan Kepiting Emas, yakni saat harga mencapai puncaknya, yaitu sekitar Januari–Februari.
Pada 2026, harga puncak diprediksi terjadi saat Imlek 2026, yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Pada puncak harga itu, 3 ekor kepiting bertelur dihargai sekitar Rp500 ribu. Untuk kepiting jantan kelas super, 3 ekor mencapai Rp400–450 ribu.
![]() |
| Bertumpuk tas pembawa hasil tangkapan kepiting pada Agustus-September di Kampung Nelayan, Medokan Ayu |
Oleh sebab itu, para pengepul banyak melakukan penggemukan selama 15 hari sebelum Imlek.
Kini, katanya, kepiting kecil bisa terjual dengan harga Rp50–80 ribu per kilogram.
Oleh : Priono Subardan
Lihat halaman terlait:


