Sabtu, 30 Mei 2026

Waspada Tanpa Panik: Menyikapi Kemunculan Ular Piton di Sekitar Kita


InfoMedokanAyu – Warga Kelurahan Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya khususnya di kawasan Medayu Utara Gang XXX, baru-baru ini dikejutkan dengan kemunculan seekor ular piton yang masuk ke pemukiman. 

Ular Piton di Medayu Utara GG XXX

Kejadian itu menjadi peringatan bagi seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim hujan dan cuaca ekstrem.

Selain itu, di Medokan Ayu pula di kawasan lain dekat pemukiman di area tambak yang tak lagi di fungsikan, ditemukan piton.

Seorang warga terkena sasaran gigitan Piton ketika melakukan evakuasi. Foto: Ainurrizal Hamid

Sehari sebelumnya, ditemukan piton di salah satu wilayah bekas tambak dekat pemukiman. Foto: jepank

Di antara tambak sebagian memang telah beralih fungsi menjadi pemukiman. Nama kawasan pemukiman nya pun menyelipkan istilah tambak, menjadi "Tambak Medokan Ayu". Disana telah berdiri beberapa RT.

MENCEGAH ULAR MASUK RUMAH
Untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah, beragam referensi menyarankan dua langkah sederhana namun efektif, perlu dilakukan.

Pertama, membersihkan tumpukan barang di dalam dan sekitar rumah. Itu karena ular piton menyukai tempat yang gelap dan lembab. 

Kedua, menyemprotkan cairan berbau menyengat seperti lantai, kapur barus, atau minyak kayu putih di sudut-sudut rumah, halaman, serta saluran air. 

Aroma menyengat tersebut terbukti lebih ampuh mengusir ular dibandingkan garam.

Di Jl. Rungkut Madya - sekitar jembatan Purimas sisi Barat, juga tampak Piton berenang. Foto: Jacky Arentes

BUKAN KEJADIAN PERTAMA
Peristiwa kemunculan ular piton bukan kali ini saja terjadi di Medokan Ayu. 

Warga Medayu Utara tentu masih ingat pada September 2020, saat seekor ular piton betina sepanjang 5 meter ditemukan bersarang di atap rumah warga. 

Berkat pertolongan tim pemadam kebakaran, ular tersebut berhasil dievakuasi tanpa menimbulkan korban. 

Hal itu membuahkan arti, kewaspadaan warga perlu terus dijaga secara berkelanjutan.

PENJELASAN ILMIAH: BUKAN HAL GAIB
Dari sudut pandang ilmiah, kemunculan ular piton di permukiman bukanlah pertanda mistis. 

Kawasan Medokan Ayu dulunya adalah daerah rawa. Ular piton merupakan penghuni asli kawasan ini jauh sebelum perumahan berdiri. 

Ular masuk rumah biasanya karena mengejar mangsa seperti tikus, ayam, atau kucing peliharaan, serta mencari tempat yang hangat dan lembab. 

Dalam perspektif agama Islam, hewan seperti ular adalah makhluk alam biasa yang harus disikapi secara rasional dan waspada, bukan dianggap sebagai titisan atau pertanda gaib.

SUDUT PANDANG PRIMBON JAWA
Sebagai tambahan wawasan, bagi warga yang mempercayai Primbon Jawa, kemunculan ular piton di pemukiman sering diartikan sebagai peringatan. 

Peringatan itu dimaksudkan agar lebih hati-hati dalam mengambil keputusan, terutama soal bisnis, investasi, atau utang-piutang.

Selain itu, bisa juga dianggap sebagai simbol perlawanan bahwa mungkin akan ada rintangan atau konflik yang cukup berat.

Namun demikian, primbon hanyalah mitos dan keyakinan. Yang terpenting adalah menjadikannya pengingat untuk lebih bijak, bukan larut dalam ketakutan berlebihan.

HARUS DISIKAPI SECARA BIJAK
Peringatan dari kemunculan ular piton, baik secara ilmiah maupun primbon, mengarah pada satu kesimpulan: seluruh warga wajib menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan bersama. 

Kewaspadaan itu bukan hanya warga sekitar lokasi tempat ular ditemukan, melainkan semua warga. 

Hal itu mengingat, ular bisa berpindah-pindah. Lingkungan kumuh dan banyak tikus menjadi undangan bagi ular, serta lubang got, saluran air, dan semak belukar yang tak terawat dapat menjadi sarang potensial.

Jika melihat ular besar, warga dilarang keras menangani sendiri. Segera laporkan ke ketua RT atau RW setempat, Linmas atau petugas keamanan lingkungan, atau pemadam kebakaran melalui nomor 113.

MENGENAL KARAKTERISTIK ULAR PITON
Agar tidak panik dan tahu cara menghadapinya, warga perlu mengenal ciri-ciri ular piton yang juga dikenal sebagai ular sanca. 

Ular ini tidak berbisa, tetapi senjata utamanya adalah lilitan otot super kuat yang disebut konstriktor. 

Gigi ular piton panjang dan tajam, digunakan untuk mencengkeram mangsa.

Keunikan lainnya adalah rahangnya yang super elastis, mampu menelan mangsa yang lebih besar dari kepalanya.

Ular piton dilengkapi sensor panas di bibirnya untuk mendeteksi mangsa berdarah panas di malam hari. 

Habitat aslinya meliputi rawa, hutan, perkebunan, bahkan selokan pemukiman.

Kemampuan adaptasi sangat tinggi, dan mampu berpuasa berbulan-bulan setelah memangsa besar. 

Jenis yang sering ditemukan di Medokan Ayu adalah sanca batik, yang merupakan pemegang rekor ular terpanjang di dunia. Bisa mencapai lebih dari 10 meter.

MARI SALING BERGANDENG TANGAN
Kemunculan ular piton di Medokan Ayu adalah pengingat alami bahwa kita hidup berdampingan dengan satwa liar. 

Dengan lingkungan yang bersih, got yang tertutup, populasi tikus yang terkendali, serta komunikasi yang baik antarwarga, risiko ular masuk rumah dapat diminimalisir. 

Mari bersama-sama menjaga lingkungan kita, saling mengingatkan, saling membantu, dan tidak ragu melapor jika melihat hal mencurigakan.

Tetap waspada, tetap sehat, dan selalu jaga kebersihan lingkungan.

Redaksi Weblog Kelurahan Medokan Ayu