GUNA mempererat kebersamaan dan silaturahmi, RW 13 Medayu Utara-Medokan Ayu menggelar Musyawarah Warga di awal tahun 2026, di Balai RW pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Kegiatan itu merupakan wujud dari semangat gotong royong yang selama ini mengakar di lingkungan tersebut.
Pada acara itu, melalui undangan yang tandatangani Sekretaris RW Syahrul S. dan Ketua RW 13 Khoirul Chuluk menghadirkan seluruh ketua RT, para pengurus RW 13, para anggota KSH, dan Ketua PKK RW 13 beserta jajarannya.
Adapun yang menjadi pokok bahasan pada musyawarah ini antara lain : Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) selama 2025, dan Program kerja 2026.
Dalam pada itu, dibahas pula kegiatan Agustusan (perayaaan kemerdekaan RI) yang tahun 2026, ditangani oleh RW. Sebelumnya menjadi beban RT.
Disamping itu, melalui musyawarah ini digali pula kesepakatan semua RT, dari RT 01-06. Ini terkait subsidi anggaran untuk program kerja KSH (Posga, Lansia,Jumantik).
Pokok bahasan keamanan wilayah, yang tak kelah pentingnya menjadi topik terakhir. Disini mengejar kondisinya harus lebih baik dari 2025.
VISIONER
Upaya RW 13 Medayu Utara - Medokan Ayu ini, tentu memiliki makna strategis, partisipatif, dan visioner.
Dengan fokus pada "memperkuat tali silaturahmi", program ini menempatkan manusia dan hubungan sosial sebagai inti dari pembangunan lingkungan.
Hal itu pada akhirnya diharapkan mendukung keberhasilan berbagai aspek kehidupan bermasyarakat lainnya di 2026, yang mulai berlangsung.
MAKNA TUJUAN
Upaya ini memberikan makna adanya kesadaran kolektif dan komitmen proaktif dari warga serta pengurus RW untuk tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi secara khusus merancang masa depan (2026) yang lebih baik dengan fondasi sosial yang kuat.
MAKNA TUJUAN
Upaya ini memberikan makna adanya kesadaran kolektif dan komitmen proaktif dari warga serta pengurus RW untuk tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi secara khusus merancang masa depan (2026) yang lebih baik dengan fondasi sosial yang kuat.
Musyawarah ini menjadi penanda awal yang partisipatif dan inklusif untuk menyusun agenda bersama.
MAKNA PROSES
Musyawarah itu satu bukti, pengambilan keputusan dilakukan secara bersama, mengutamakan mufakat dan mendengarkan aspirasi dari berbagai unsur warga.
Dengan terlibat dalam musyawarah, diharapkan setiap peserta merasa memiliki program yang dihasilkan. Dengan demikian sebagai konsekuensi logis mendorong tanggung jawab bersama dalam pelaksanaannya.
Forum ini juga menjadi sarana untuk mendiagnosis kebutuhan riil warga terkait pemeliharaan silaturahmi, baik secara sosial, budaya, maupun spiritual.
SILAHTURAHMI
Sebagaimana riil kini telahbberada di era individualistik. Upaya ini bertujuan mengikat warga dalam relasi yang erat, mengurangi rasa keterasingan, dan menciptakan rasa aman dalam komunitas.
Silaturahmi yang kuat adalah modal dasar untuk gotong royong, penyelesaian masalah bersama, dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Hubungan sosial yang harmonis akan mempermudah pelaksanaan program RW lainnya, seperti keamanan, kebersihan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi warga.
TAHUN 2026
Tak dapat disangkal. Gelaran RW 13 Medayu Utara ini bukan program reaktif, tetapi rencana strategis yang melihat ke depan.
Tahun 2026 menjadi batasan waktu yang memberi arah dan target pencapaian.
Upaya ini berpotensi menjadi tradisi tahunan dalam perencanaan komunitas.
Awal tahun atau akhir tahun selalu diisi dengan musyawarah perencanaan.
KELUARGA BESAR
Kegiatan ini mempertegas, RW bukan sekadar wilayah administrasi, tetapi sebuah "keluarga besar" yang perlu terus dijaga kehangatannya.
Inisiatif dari pengurus RW mencerminkan pola kepemimpinan yang mengedepankan pelayanan dan penguatan sosial, bukan hanya administratif.
(InfoMedokanAyu)







