Halaman Lain

Selasa, 08 September 2026

Masjid Imaduddin Konsentrasi "Lahirkan Generasi Berakhlak Mulia"

Lahirkan Generasi Berakhlak. Ilustrasi.

InfoMedokanAyu - Melahirkan Generasi Berakhlak Mulia, adalah salah satu poin dari dari jawaban manajemen masjid tertua tentang rencana mendatang.


Ketika beliau mengatakan "melahirkan generasi berakhlak mulia", ada kegelisahan besar yang tidak diucapkan. 

Beliau sebenarnya sedang menyampaikan bahwa ia melihat ancaman nyata di sekelilingnya—mungkin remaja yang mulai menjauh dari masjid, pergaulan bebas, atau pengaruh media sosial yang merusak tata krama. 

Ini bukan sekadar program pengajian anak-anak, melainkan sebuah proyek penyelamatan. 

Kata "melahirkan" sendiri sangat bermakna, karena menunjukkan bahwa prosesnya berat, memakan waktu, dan butuh perjuangan lahir batin, tidak instan seperti membangun tembok atau memasang keramik. 

Beliau juga menegaskan bahwa kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas; ia lebih bangga memiliki sepuluh pemuda yang saleh dan santun daripada seratus jamaah yang hanya datang saat Jumat tapi akhlaknya tidak berubah.

Lebih dari itu, frasa ini menyiratkan metode yang ingin dipakai. Beliau meyakini bahwa akhlak tidak lahir dari mimbar ceramah, melainkan dari keteladanan sehari-hari. 

Karena itu, ia ingin lingkungan masjid itu sendiri menjadi madrasah—para takmir harus tampil sebagai contoh, guru ngaji harus sabar, pengurus harus jujur dalam urusan dana, dan sapaian kepada jamaah harus hangat. Akhlak itu menular, bukan diajarkan.